Breaking News:

Berita Prabumulih

Belum Lama Diserahterimakan, Gapura Air Mancur Prabumulih Hancur Ditabrak Fuso

Gapura selamat datang tugu air mancur kota Prabumulih kembali hancur ditabrak truk fuso, Senin (3/1/2022) siang.

Penulis: Edison | Editor: Yohanes Tri Nugroho

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Baru saja diserahterimakan ke Pemerintah kota Prabumulih, Gapura selamat datang tugu air mancur kota Prabumulih kembali hancur ditabrak truk fuso.

Akibat tabrakan tersebut, portal gapura mengalami kerusakan dan tulisan kota Prabumulih jatuh terjuntai dan belum dilakukan perbaikan.

Peristiwa gapura ditabrak truk fuso itu sendiri terjadi pada Senin (3/1/2022) siang.

Kerusakan gapura itu mendapat perhatian serius dari Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM dan ketua DPRD Prabumulih Sutarno SE.

"Itu semestinya masyarakat ikut menjaga karena bukan punya Ridho Yahya tapi milik semua, sayang kan. Kenapa warga Prabumulih tidak sadar, itu artinya ada yang ingin menghancurkan kota Prabumulih," ungkap Ridho ketika diwawancarai, Selasa (4/1/2022).

Ridho menyesalkan peristiwa tertabraknya portal tersebut bahkan terjadi di siang hari padahal sudah ada peraturan walikota (Perwako) dan peraturan daerah yang melarang truk tonase berat serta bermuatan lebih dilarang masuk kota.

"Siang lagi mau dirusak apalagi malam, padahal sudah ada perwako, perda tapi masih dilanggar. Mestinya kita masyarakat sama-sama mencegat truk ketika masuk jalan dalam kota, itu masuk dari Tanjung Raman, harusnya dicegat sama-sama," katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Prabumulih Sutarno SE menyesalkan terus tertabraknya gapura dan portal yang dipasang pemerintah kota Prabumulih tersebut.

"Portal di Tanjung Raman sudah beberapa kali, begitu juga yang gapura di tugu air mancur. Padahal sudah ditinggikan dari 4 meter dinaikkan menjadi 4,20 meter tapi masih saja tertabrak," ujarnya.

Baca juga: Sebanyak 610 Warga Prabumulih Sandang Status Janda dan Duda Sepanjang 2021

Suratno menuturkan pembangunan portal hendaknya menjadi perhatian semua pihak dimana harus sama-sama paham sehingga tidak tertabrak dan diharap juga pemerintah memasang rambu atau tanda larangan maupun pemberitahuan ketinggian portal.

"Kita harus sama-sama mengawasi, tidak hanya tugas dishub dan para pengendara hendaknya sudah harus paham dan menyesuaikan ketinggian kendaraan, berhenti kucing-kucingan. Kalau tidak maka kejadian terus terjadi dan portal akan terus tertabrak," bebernya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved