OKI
Pengendara Keluhkan Kerusakan di Jalan Tol Palembang-Lampung Ruas Terpeka, Ini Jawaban Hutama Karya
Sejumlah pengendara yang melintas di jalan tol Palembang- Kayuagung, mengeluhkan kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Sejumlah pengendara yang melintas di jalan tol Palembang- Kayuagung, mengeluhkan kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang, yang tentunya sangat membahayakan pengendara.
Di mana akibat terus melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi ditambah kondisi jalan yang rusak, menyebabkan kendaraan yang dikendarai mengalami masalah seperti ban kempes, ban pecah, hingga mengalami pecah bearing roda (kelahar) mobil.
Para pengendara terpaksa harus menepikan kendaraannya di bahu jalan untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang dialami, tentu saja hal ini sangat mengganggu perjalanan.
Menanggapi hal itu, Kepala Cabang PT Hutama Karya Tol Ruas Terbanggi Besar–Kayu Agung (Terpeka) Yoni Satyo Wisnuwardhono menuturkan terus memberikan pelayanan optimal bagi pengguna jalan tol yang dikelola dan terus meningkatkan fasilitas sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditentukan oleh Kementerian PUPR selaku regulator.
Salah satu upaya Hutama Karya yakni dengan rutin melakukan pemeliharaan dan perbaikan di jalan tol yang dikelola.
"Dari sisi pemeliharaan dan perbaikan secara rutin kami lakukan pada ruas – ruas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang memang memiliki karakteristik jalan yang cukup berbeda," ujar Yoni melalui sambungan telepon, Senin (20/12/2021).
Disebutkan JTTS dibangun di wilayah yang cukup unik, ada yang di atas rawa bahkan lahan gambut, sehingga perlu penanganan ekstra dalam pemeliharaan jalannya, agar lebih maksimal dan sesuai dengan perkerasan awal.
"Saat ini pemeliharaan dan perbaikan jalan di JTTS masih ditangani oleh kontraktor yang sebelum memperoleh proyek pembangunan," katanya.
Dikatakan kembali, bahwa proses pemeliharaan tersebut juga perlu didukung oleh pengguna jalan agar kualitas jalan tol dapat tetap terjaga.
"Perbaikan dan pemeliharaan yang
telah kami lakukan juga tidak luput dari bantuan pengguna jalan untuk dapat disiplin dalam menggunakan jalan tol,"
"Salah satunya dengan disiplin berkendara tidak Over Dimensi dan Over Load (ODOL) sesuai dengan arahan Kementerian PUPR, karena dua hal tersebut memang sangat berdampak pada kerusakan perkerasan jalan," bebernya.
Selain itu, Hutama Karya juga memperhatikan pemeliharaan harus sesuai dengan keselarasan lingkungan yang ada.
"Kita mengindentifikasi terlebih dahulu lokasi tersebut merupakan daerah timbunan atau galian, apa di sekitar ruas terdapat sungai-sungai dan struktur tanah untuk mengantisipasi terjadinya longsor ataupun banjir," jelas Yoni.
"Kami juga telah mempersiapkan tim rescue dan pompa portable atau submersible apabila terjadinya banjir di jalan tol yang dikelola," imbuhnya.
Adapun sebagai informasi, saat ini sedang dilakukan perbaikan jalan di tol ruas Terpeka.