Breaking News:

Berita Kriminal Palembang

Duduk di Atas Motor, Pria ini Langsung Diringkus Anggota Polrestabes Palembang, Ini Kasusnya

Sat Narkoba Polrestabes Palembagn menangkap Hendra warga Ogan Ilir di pinggir Jalan Ki Marogan Palembang

TRIBUNSUMSEL.COM/RACHMAT
Sat Resnarkoba Polrestabes Palembang saat menggelar press release penangkapan tersangka kaki tangan bandar Narkoba 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Seorang kaki tangan bandar narkoba diringkus Sat Resnarkoba Polrestabes Palembang ketika sedang menunggu seseorang yang akan mengambil sabu-sabu yang ia bawa. 

Hendra (45) warga Jalan Sriwijaya Raya Desa Ibul Besar Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir diringkus dan kedapatan membawa paket sabu seberat 101,92 gram. 

"Tersangka saat itu tengah duduk di atas sepeda motor Honda Supra Fit. Dan akan bertransaksi di pinggir Jalan Ki Marogan lalu saat digeledah anggota menemukan paket sabu, " kata Kasat Resnarkoba Polrestabes Palembang Kompol Mario Ivanry, Rabu (8/12/2021). 

Saat diringkus tersangka berusaha melawan anggota, terpaksa diberi tindakan tegas dengan satu tembakan pada kaki kirinya. 

Selain sabu, pihaknya menyita barang bukti berupa plastik bening, satu kotak yang digunakan untuk menyimpan sabu dan plastik Indomaret. 

Setelah menyelidiki, pihaknya mengetahui jika tersangka sebelumnya pernah ditahan dan seorang residivis kasus pencurian. 

"Tersangka ini residivis, kasus pencurian yang divonis dua tahun di Tanjung Raja beberapa tahun lalu. Kini dia mencoba menjadi kaki tangan bandar sekitar tiga bulan terakhir,” terang dia. 

Pendalaman terhadap siapa pemasok barang kepada Hendra masih dilakukan Sat Resnarkoba guna mendapatkan informasi lebih mendalam. 

"Sementara ini tersangka belum terlalu terbuka, kasus ini masih akan kami kembangkan, " singkatnya. 

Sementara Hendra mengaku jika ia mendapat upah dari mengantarkan sabu senilai Rp 500 ribu.

Seseorang menitipkan barang haram tersebut dan menyebut jika akan ada yang mengambilnya. 

"Saya tidak tahu yang ambil nanti siapa, cuma dititip saja dikasih tau kalau nanti ada lagi yang ambil. Saya jadi perantara saja dan dapat barang itu dari seseorang. Upahnya Rp 500 ribu, terhitung sudah tiga kali , " ujarnya. 

Tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2, dan 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan pidana penjara antara enam tahun hingga 20 tahun penjara.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved