Breaking News:

Dugaan Pelecehan di Unsri

Titi Anggraini Minta Unsri Segera Tuntaskan Kasus Dugaan Pelecehan Mahasiswinya

Aktivitas Perempuan Titi Anggraini mendorong Unsri segera menyelesaikan dugaan kasus pelecehan yang menimpa mahasiwinya

ist
Aktivis perempuan Titi Anggraini turut bersuara tentang dugaan kasus pelecehan yang menimpa mahasiswa Unsri. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Aktivis perempuan Titi Anggraini turut bersuara tentang dugaan kasus pelecehan yang menimpa mahasiswa Unsri.

Titi menyayangkan sikap kampus yang tidak ada itikad baik menyelesaikan kasus tersebut secara tuntas dan cepat, sehingga diketahui kebenarannya.

"Pihak Universitas mestinya, menunjukkan itikad baik dan komitmen kuat untuk menuntaskan kasus ini," kata Titi, Minggu (5/12/2021).

Menurut wanita asal Sumsel yang berkiprah ditingkat nasional ini, perlu dituntaskannya kasus ini sebab perguruan tinggi sebagai pusat pendidikan yang mencerminkan intelektual dan moralitas, mestinya menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk orang- orang yang berada didalamnya.

"Jangan sampai terjadi viktimisasi terhadap para terduga korban. Sebab kasus kekerasan seksual bukan hanya berdampak fisik, tapi juga psikis yang berat. Makanya perlu perspektif korban yang baik, guna menghindari dampak buruk yang lebih besar pada korban ataupun keluarga," ucapnya.

Disisi lain anggota Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) ini, keterbukaan dan akuntabilitas kampus dalam menyelesaikan kasus yang ada, dengan orientasi keadilan yang sebesar- besar, akan memberikan kepercayaan pada publik.

"Soal komitmen perguruan tinggi pada upaya maksimal mengatasi kekerasan seksual. Justru, kalau berbelit- belit dan terkesan ada yang ditutup- tutupi," tandasnya.

Disisi lain, DPRD Sumsel melalui komisi V telah menjadwalkan pemanggilan pihak Rektorat Unsri, Senin (6/12/2021) di DPRD Sumsel terkait progres perkembangan kasus dugaan asusila tersebut yang belum menemui titik terang.

"Senin nanti pukul 08.00 wib sudah dijadwalkan pemanggilan, dan surat sudah kita sampaikan beberapa hari lalu. Diharapkan pertemuan nanti ada titik terang," kata ketua Komisi V DPRD Sumsel Susanto Ajis.

Dijelaskan Politisi PDI Perjuangan ini, meski pada 6 Desember itu anggota DPRD memiliki jadwal reses, karena dirasa masalah ini penting maka reses bisa digeser pada hari selanjutnya.

"Pemanggilan Rektorat, inikan kalau melihat statment Kapolda jelas, ketua DPRD Sumsel jelas, apalagi mengatanamakan lembaga, kalau komisi perangkat DPRD dan sama- sama akan mengawal," tuturnya.

Baca juga: Reaksi WCC Palembang Terhadap Dugaan Pelecehan Mahasiswa di Unsri: Kampus Terkesan Melindungi Pelaku

Ditambahkan Susanto, pihaknya memanggil Rektorat Unsri karena ingin menyelamatkan kampus kebanggaan masyarakat Indonesia khususnya Sumsel.

"Kita ingin selamatkan lembaga pendidikan Unsri itu, salah satu universitas yang disegani di Sumatera. Kedua, jaga institusi pendidikanmya, dimana menciptakan manusia berilmu dan moral baik, kalau pendidikannya seperti itu bagaimana?. Jadi perlu diselamatkan institusi dan mahasiswanya," pungkas Susanto.
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved