Breaking News:

Dugaan Pelecehan Unsri

Reaksi WCC Palembang Terhadap Dugaan Pelecehan Mahasiswa di Unsri: Kampus Terkesan Melindungi Pelaku

Tetapi pihak kampus bukannya menjamin perlindungan kepada korban justru terkesan melindungi pelaku.

IG Ernest Prakasa
Reaksi WCC Palembang Terhadap Dugaan Pelecehan Mahasiswa di Unsri: Kampus Terkesan Melindungi Pelaku 

TRIBUNSUMSEL.COM - Women’s Crisis Centre (WCC) Palembang menyesalkan terjadinya kekerasan seksual (pelecehan seksual) di lembaga pendidikan beberapa bulan terakhir ini di Propinsi Sumatera Selatan.

Salah satunya pelecehan seksual yang terjadi terhadap beberapa mahasiswi Universitas Sriwijaya di tengah proses penyelesaian tugas kuliahnya.

Sebagaimana ramai diberitakan belakangan ini, yang dilakukan oleh  Dosen Fakultas Ekonomi Unsri yang berinisial R

Perlu diketahui bahwa jumlah kasus kekerasan seksual dilingkungan kampus seperti fenomena gunung es, baru sebagian kecil saja yang terungkap ke permukaan.

Diyakini banyak kasus lain yang terjadi di Unsri maupun di kampus (perguruan tinggi) lainnya  yang berada di Provinsi Sumatera Selatan.

Banyak korban yang memutuskan tidak melaporkan kasusnya karena beberapa alasan, diantaranya karena posisi relasi kuasa yang tidak imbang antara korban dan pelaku.

Proses hukum pidana yang panjang dan berat bagi korban dan keluarga, tekanan sosial atas nama menjaga nama baik institusi, adanya stigma negatif masyarakat bagi korban kekerasan seksual.

Selain itu, tidak ada mekanisme pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan yang menjamin keamanan dan kerahasiaan bagi korban.

Serta masih kuatnya budaya patriarki yang masih dianut di Indonesia termasuk di Sumsel yang dapat menyebabkan budaya “victim blaming” kepada korban yang berani melaporkan kasusnya.

Terkait kasus yang dialami mahasiswi UNSRI, ironisnya ketika korban mulai berani melaporkan kasus yang dialaminya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved