Berita Banyuasin

45 Anggota DPRD Banyuasin Bimtek Massal ke Bandung, Ajak Serta Keluarga, Ini Kata Pengamat FITRA

Anggota DPRD Banyuasin yang semuanya berjumlah 45 orang pekan depan berencana pergi mengikuti bimbingan teknis orientasi ke Bandung.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumsel Nunik Handayani mengomentari rencana 45 anggota DPRD Banyuasin mengajak keluarga yang akan berangkat studi ke Bandung pekan depan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Anggota DPRD Banyuasin yang semuanya berjumlah 45 orang pekan depan berencana pergi mengikuti bimbingan teknis orientasi ke Bandung.

Tak hanya anggota dewan, berdasarkan informasi, seluruh anggota dewan yang akan pergi bimbingan teknik ke Bandung juga direncanakan mengajak keluarga mereka masing-masing.

Informasi ini diperoleh dari narasumber yang dapat dipercaya. Hal ini sudah diketahui bila rencana plesiran anggota dewan ke Bandung dengan dikemas bimbingan teknik orientasi.

"Hari Sabtu ini, tiket pesawat, kamar hotel dan berbagai keperluan anggota dewan dipesan. Jadi, mereka tinggal berangkat saja," ujar narasumber yang enggan disebutkan namanya ini Jumat (3/12/2021).

Bimbingan teknik orientasi ini katanya menggunakan uang negara mencapai Rp 500 juta.

Anggota DPRD Banyuasin bimbingan teknis orientasi ke Bandung dibenarkan Ketua DPRD Banyuasin Irian Setiawan.

"Bukan liburan atau plesiran. Ini Bimtek orientasi yang diatur Permendagri, jangan dipelintir buat beritanya," katanya singkat.

Ketika disinggung mengenai bimbingan teknik orientasi yang akan dilaksanakan terkait apa, ketua DPRD Banyuasin tidak mau menjawab hal tersebut.

Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumsel Nunik Handayani menjelaskan, memang setiap akhir tahun khususnya di bulan November dan Desember berbagai instansi berlomba untuk menghabiskan anggaran termasuk anggota legislatif. Terlebih, anggaran perjalan dinas dianggap sangat lebih efektif untuk cepat dihabiskan.

"Seperti anggota dewan, dalihnya bimbingan teknik, study banding dan lainnya. Padahal itu hanya sebagai kamuflase untuk menghabiskan anggaran, caranya seperti itu," kata peneliti anggaran ini.

Lanjut Nunik, ia sangat menyayangkan bila masih banyak anggota legislatif yang hanya mementingkan kepentingan individu maupun kelompok di atas kepentingan masyarakat. Karena, dengan dalih bimtek atau stady banding, tidak ada manfaat sama sekali bagi masyarakat.

Bimbingan teknik maupun studi banding, hanya sebagai cara untuk mengejar target agar anggaran di tahun itu bisa habis terserap.

Dalih Bimtek maupun studi banding, menjadi cara menghabiskan anggaran karena memang pelapor penggunaan anggaran yang dibuat juga tidak sulit.

"Kalau untuk Bimtek misalnya, sekarang ini bisa menggunakan IT. Sekarang lagi pandemi, malah mau Bimtek keluar kota. Ketika ditanya, Bimteknya mengenai apa pasti tidak tahu. Bila memang mau Bimtek, bisa saja memanggil tutor beberapa orang, jadi anggaran bisa lebih sedikit. Tetapi ini, 45 anggota dewan berangkat hanya untuk bimtek. Sudah berapa anggaran yang dihabiskan," ungkapnya.

Lanjut Nunik, harusnya Bimtek ataupun study banding dan lainnya yang akan mengeluarkan anggaran sangat besar lebih dikurangi. Anggota dewan, lebih baik memikirkan kepentingan masyarakat ketimbang mementingkan pergi dengan alasan bimtek ataupun stady banding.

"Sekarang ini teknologi sudah canggih, bisa melalui zoom. Bisa mendatangkan tutor, sehingga bisa menghemat anggaran, murah dan lebih efektif. Jangan-jangan, tidak tahu kemajuan teknologi. Sehingga dengan alasan pergi bimtek atau stady banding, bisa lebih tahu. Saya rasa, tidak ada manfaatnya untuk masyarakat. Hanya untuk anggota dewan saja yang merasakannya," ujarnya.

Karena, lanjutnya dari penelitian dan kajian yang dilakukan di tahun 2021 ini, meski di tengah pandemi anggaran untuk kepentingan pejabat publik maupun anggota dewan malah meningkat. Sedangkan anggaran untuk kepentingan masyarakat lebih banyak dikurangi. Hal ini, terjadi untuk seluruh wilayah di Sumsel.

"Pikirannya, bisa banyak jalan-jalan atau belanja. Bukan bimtek atau study banding yang diincar. Itu hanya kemasannya saja, agar didengar anggota dewan banyak kegiatan untuk masyarakat," pungkasnya.

Baca juga: Jual Pupuk Dolomit Curian Rp 35 Ribu per Karung, Harsono Diringkus Anggota Polsek Air Sugihan OKI

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved