Breaking News:

Berita Prabumulih

Empat Kali Ditabrak, Kontraktor Pembangunan Portal di Prabumulih Pesimis Selesai

Kontraktor pembangunan portal pembatas truk di Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Tanjung Raman Kota Prabumulih pesimis proyek selesai tepat waktu

Penulis: Edison | Editor: Yohanes Tri Nugroho

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Bonan yang merupakan kontraktor pembangunan portal pembatas truk di Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih Selatan kota Prabumulih, mengaku putus asa dan kesal lantaran portal yang dikerjakan selalu hancur ditabrak truk.

Bonan menuturkan dirinya putus asa lantaran sudah empat kali truk bertonase besar menabrak portal yang dibangun padahal proyek tidak lama lagi akan selesai.

"Ada putus asa karena portal sudah 4 kali ditabrak truk, dua kali tidak ada masalah dan dua kali hampir roboh seperti hari ini," ungkap Bonan ketika diwawancarai disela pembongkaran portal Tanjung Raman menggunakan truk crane pada Kamis (2/11/2021).

Bonan mengatakan, pada Rabu (1/11/2021) malam portal nyaris roboh ditabrak bus dari arah Baturaja hendak ke dalam kota Prabumulih.

"Saat itu ada petugas yang sudah memberi tahu tapi sempat pelan namun sopir ini mengira orang yang memberi tahu itu merupakan orang minta-minta, makanya bus kembali tancap gas dan menabrak portal," katanya.

Akibat portal telah melengkung dan dua tiang hendak roboh, maka kata Bonan dirinya terpaksa harus membongkar lagi portal untuk diperbaiki kembali.

"Dibongkar karena juga menghawatirkan pengguna jalan yang ada, kita takut nanti ada masalah baru kalau menimpa pengendara," bebernya.

Disinggung pengerjaan proyek pembangunan portal sudah berapa persen, Bonan mengaku pengerjaan tinggal finishing dan sudah 90 persen.

"Kalau pengerjaan sudah 90 persen, dengan dibongkar dan dikerjakan ulang ini kita pesimis akan selesai tepat waktu," katanya berharap adanya evaluasi terkait pembangunan ini kedepannya.

Meski pesimis dengan pengerjaan itu namun pihaknya akam terus berupaya membangun dan akan meminta kajian atau peninjauan ulang dari instansi terkait dalam hal ini dinas PU lantaran empat kali tertabrak membuat kontraktor mengalami kerugian.

"Nilai proyek ini terpampang jelas Rp 179 juta, kita sudah berapa kali lakukan perbaikan," tambahnya seraya mengeluhkan dan ragu untuk pembangunan selanjutnya.

Untuk diketahui, Portal pembatas truk dipasang pemerintah kota Prabumulih di tugu nanas dan di simpang tugu tani Kelurahan Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih Selatan guna membatasi truk bertonase dan bermuatan over kapasitas masuk ke jalan dalam kota Prabumulih.

Baca juga: Bunga Bangkai Tumbuh Ditaman Toga Gunung Ibul Barat Prabumulih, Warga Gantian Berfoto

Sesuai dengan peraturan walikota dan peraturan daerah truk bertobase besar dan muatan tinggi dilarang masuk jalan dalam kota. Hal itu dilakukan lantaran sering terjadi kecelakaan, jalan berdebu dan mudah hancur.

Jalan jenderal Sudirman kota Prabumulih sendiri telah menjadi jalan kota menyusul telah dialihkan statusnya oleh pemerintah pusat beberapa tahun lalu. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved