Breaking News:

Berita Nasional

Menko Mahfud Pernah Tetapkan KKB di Papua Teroris, Tapi Jenderal Dudung Sebut KKB Bukan Musuh

Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif dikategorikan sebagai teroris

Editor: Siemen Martin
TribunManado
TNI-Polri kuasai sarang KKB Papua 

TRIBUNSUMSEL.COM - Sudah tak terhitung prajurit TNI dan polri yang gugur karena kebiadaban kelompok kriminal bersenjata (KKB) teroris di Papua.

Bahkan pada April 2021, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, menyatakan pemerintah secara resmi menyebut kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua sebagai organisasi teroris.

"Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif dikategorikan sebagai teroris," ujar Mahfud dalam konferensi pers, dikutip dari kanal Youtube Kemenko Polhukam, Kamis (29/4/2021).

Menurut Mahfud, label teroris diberikan kepada KKB Papua sudah sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi UU.

Mahfud menjelaskan, berdasarkan aturan tersebut, teroris adalah siapa pun yang merencanakan, menggerakkan, dan mengorganisasikan terorisme.

Terbaru, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengunjungi Kodam XVIII/Kasuari, Papua Barat, Kamis (25/11/2021).

Jenderal TNI Dudung memberikan sejumlah pesan terkait perlakuan jajarannya kepada seluruh masyarakat Papua.

"Setelah dilantik memang sudah saya niatkan untuk mengunjungi daerah yang terpencil, dan sedang ada tugas operasi," ujar Dudung, kepada sejumlah awak media, Kamis (25/11/2021).

Pihaknya ingin melihat kesiapan, dan langkah-langkah yang akan dilakukan di daerah Papua dan Papua Barat.

"Saya tekankan kepada seluruh anggota yang bertugas, bahwa KKB itu bukan musuh kita," ungkapnya.

"Mereka (KKB) itu adalah sodara-sodara kita yang belum paham tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Ia meminta kepada seluruh anggota agar jangan sekali-kali berpikir untuk membunuh mereka.

 
"Kecuali, kalau sangat terpaksa karena mereka yang memulai," tegas Dudung.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved