Berita Muba
Dubes Norwegia Tawarkan Program Sawit Berkelanjutan di Muba
Setara akan berpartisipasi dalam mengimplementasikan Program Unggulan Kabupaten Lestari (PUKL) MUBA melalui pemberdayaan petani swadaya
"Karet lebih dahulu ada tapi tidak ada perkembangan komoditas secepat sawit. Universitas Indonesia pernah survei dengan data mengatakan 80 persen pemilik lahan apabila ditanya mau tanam apa, pasti 80 persen menjawab sawit. Tapi masalahnya mereka tidak peduli apakah itu kawasan hutan atau bukan," jelas Beni.
Maka itu persoalan ini menjadi tantangan bagi Pemkab Muba untuk memberikan penjelasan apakah lokasi perkebunan sawit ini merupakan kawasan hutan.
"Kadang mereka punya masalah di legaliti (sertifikat). Harus diakui sawit memang primadona dan prioritas pilihan petani. Tentunya karena sudah terbukti memberikan penghasilan yang cukup bagi petani. Terlebih lagi Muba ini luasan kawasan sawitnya juga ada privat sektor swasta yang mengusahakan lahan dengan bermitra dengan petani," terangnya.
Maka itu lanjut Beni, Pemkab Muba sudah melakukan banyak hal dan berkomitmen dalam keberlanjutan kelapa sawit, terutama terkait peningkatan produktivitas dengan program peremajaan sawit rakyat.
"Karena banyak isu sawit yang sudah tua, ada juga kesalahan bibit, makanya ini (replanting) yang terus kita lakukan. Kita ingin petani hasil yang baik, dan maksimal," bebernya.
Koordinator Field Trials GYGA Hendra Sugianto mengungkapkan pendampingan yang dilakukan telah dimulai sejak Oktober 2019, dan sudah masuk ke tahun ketiga.
Di tahun pertama penelitian kepada kebun sawit produktivitas meningkat 24%, atau 2,9 ton pertahun per hektar. Tahun ke dua meningkat lagi sebesar 63%, atau 9,3 ton TBS per tahun per hektare.
"Kita harapkan petani disini menjadi contoh sehinga produksi sawit di mendis tidak di pandang sebelah mata," tegasnya.
Sementara Ketua Petani BMP Mendis Jaya Sehono mengucapkan terima kasih kepada pihak GYGA dan Setara yang telah melakukan pendampingan dalam mengolah perkebunan sawit yang benar.
"Kami sangat terbantu sekali dengan pendampingan ini, sehingga penghasilan kami meningkat," ucapnya.
Acara ditutup dengan pemberikan hadiah kepada 1 orang petani terbaik BMP (Sehono) dan 3 orang petani terbaik pencatatan aktivitas kebun (Sujarwo, Hidayat dan Suyatno, hadiah berupa uang tunai diserahkan secara simbolis oleh PLT. Bupati dan Dubes Norwegia.
Dengan pemberian hadiah ini harapannya menjadi motivasi bagi petani untuk dapat terus semangat berupaya menerapkan BMP pada kebunnya, sesuai pesan PL. Bupati, Setara ke depan akan membantu petani syadaya Desa Mendis Jaya untuk memperoleh sertifikasi RSPO dan ISPO, tentunya dengan dukungan semua pihak hal ini InsyaAllah akan tercapai, terlebih petani Swadaya Desa Mendis memiliki semangat kerja keras dan budaya gotong-royong, Kepala Desanya Pak Jefri juga sangat peduli pada petani,
Setara akan berpartisipasi dalam mengimplementasikan Program Unggulan Kabupaten Lestari (PUKL) MUBA melalui pemberdayaan petani swadaya untuk mendorong pengelolaan sawit berkelanjutan baik sertifikasi RSPO ataupun ISPO," ungkap Baya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/foto-bersama-dubes-norwegia.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/dubes-norwegia-di-sawit.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/dubes-norwegia-di-muba.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/petani-sawit-muba-pertanyaan.jpg)