Berita Muba

Dubes Norwegia Tawarkan Program Sawit Berkelanjutan di Muba

Setara akan berpartisipasi dalam mengimplementasikan Program Unggulan Kabupaten Lestari (PUKL) MUBA melalui pemberdayaan petani swadaya

Tayang:
Editor: Wawan Perdana
Dubes Norwegia Tawarkan Program Sawit Berkelanjutan di Muba - foto-bersama-dubes-norwegia.jpg
Sripo/ Fajeri
Dubes Norwegia bersama 2 orang staf Forest and climate sengaja berkunjung untuk melihat hasil pelaksanaan field trial (demplot kebun Best Management Practices) di 6 bidang kebun petani swadaya di Muba
Dubes Norwegia Tawarkan Program Sawit Berkelanjutan di Muba - dubes-norwegia-di-sawit.jpg
Sripo/ Fajeri
Dubes Norwegia bersama 2 orang staf Forest and climate sengaja berkunjung untuk melihat hasil pelaksanaan field trial (demplot kebun Best Management Practices) di 6 bidang kebun petani swadaya di Muba
Dubes Norwegia Tawarkan Program Sawit Berkelanjutan di Muba - dubes-norwegia-di-muba.jpg
Sripo/ Fajeri
Dubes Norwegia bersama 2 orang staf Forest and climate sengaja berkunjung untuk melihat hasil pelaksanaan field trial (demplot kebun Best Management Practices) di 6 bidang kebun petani swadaya di Muba
Dubes Norwegia Tawarkan Program Sawit Berkelanjutan di Muba - petani-sawit-muba-pertanyaan.jpg
Sripo/Fajeri
Acara dialog petani kelapa sawit di Muba bersama Dubes Norwegia

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU-Potensi Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) untuk komoditas sawit mengundang pejabat pemerintahan maupun negara untuk datang langsung ke bumi Serasan Sekate.

Setelah mendapatkan kunjungan Presiden RI Joko Widodo secara langsung beberapa tahun lalu, kini Duta Besar (Dubes) Norwegia Rut Kruger Giverin mendatangi langsung petani di Desa Mendis Bayung Lencir Kabupaten Muba, Rabu (24/11/2021).

Dubes Norwegia bersama 2 orang staf Forest and climate sengaja berkunjung untuk melihat hasil pelaksanaan field trial (demplot kebun Best Management Practices) di 6 bidang kebun petani swadaya yang telah dilakukan sejak September 2019 sampai dengan sekarang.

Dubes juga sangat berminat untuk berbincang dengan petani secara langsung, khususnya petani yang terlibat dalam Kegiatan BMP ataupun petani yang telah mengikuti Kegiatan pendataan sebanyak 200 petani.

Kedatangan Dubes Norwegia ini, disambut langsung Plt Bupati Beni Hernedi.

Tentu saja kedatanganan Rut Kruger Giverin menawarkan berbagai program untuk mendukung upaya-upaya keberlanjutan perkebunan kelapa sawit.

PLT Bupati dan Dubes antusias mengikuti rangkaian kegiatan kunjungan, ini merupakan kali pertama bagi Dubes melihat langsung pelaksanaan panen dan penaburan pupuk yang dilakukan secara simbolis di salah satu kebun petani yang menjadi areal BMP.

Pada waktu yang sama Pak Hendra Sugianto selaku Koordinator Field Trials GYGA Project menjelaskan tentang begitu pentingnya BMP dalam upaya peningkatan produktifitas kebun petani.

Pada sessi dialog yang dipandu oleh Nurbaya Zulhakim (Direktur Setara Jambi) terlihat petani juga sangat antusias memberikan pertanyaan dan menyampaikan harapan kepada Dubes dan PLT  Bupati.

“Kami senang sekali dengan adanya kegiatan pendampingan yang dilakukan, akan tetapi kami berharap kami juga bisa dibantu untuk mendapatkan pupuk dengan harga yang terjangkau, apakah ada program pemerintah untuk membantu kami?” salah satu pertanyaan yang diutarakan oleh Suryanto.

Dari kunjungan ini, Dubes Norwegia mendapat pelajaran yang sangat berharga dan menjadi bahan untuk dapat diceritakannya jika bertemu dengan pejabat pemerintahan di tingkat nasional.

"Untuk pendanaan pemeliharaan perkebunan sawit masyarakat, sebenarnya pemerintah kami memiliki dana untuk petani mikro, dan akan kami pelajari apakah itu bisa diakses petani kecil," tuturnya.

Plt Bupati Muba Beni Hernedi dalam sambutannya mengatakan sangat antusias menyambut kunjungan Dubes Norwegia ke kelompok kelapa sawit yang menerapkan Best Management Praktis (BMP) yang merupakan bantuan dari Dubes Norwegia melalui Global Yield Gap Atlas (GYGA).

"Kedatangan Ibu Kedubes Norwegia ini wajib kita syukuri, menyambutnya dengan luar biasa, dan semangat. Bagi kita menunjukkan peran kita, mereka ingin melihat bagaimana praktek kelapa sawit yang ada di bawah, apa lagi kelompok kepala sawit di Mendis Jaya menjadi percontohan dalam peningkatan hasil produktivitas tandan buah segar," kata Beni.

Dubes Norwegia bersama 2 orang staf Forest and climate disambut Plt Bupati Muba Beni Hernedi
Dubes Norwegia bersama 2 orang staf Forest and climate disambut Plt Bupati Muba Beni Hernedi (Sripo/ Fajeri)

Beni menambahkan, wilayah kabupaten Muba sendiri seluas 1,4 juta hektar dan hampir 1.000 hektar isinya 2 komoditas utama yakni 500 sawit dan 500 karet.

"Karet lebih dahulu ada tapi tidak ada perkembangan komoditas secepat sawit. Universitas Indonesia pernah survei dengan data mengatakan 80 persen pemilik lahan apabila ditanya mau tanam apa, pasti 80 persen menjawab sawit. Tapi masalahnya mereka tidak peduli apakah itu kawasan hutan atau bukan," jelas Beni.

Maka itu persoalan ini menjadi tantangan bagi Pemkab Muba untuk memberikan penjelasan apakah lokasi perkebunan sawit ini merupakan kawasan hutan.

"Kadang mereka punya masalah di legaliti (sertifikat). Harus diakui sawit memang primadona dan prioritas pilihan petani. Tentunya karena sudah terbukti memberikan penghasilan yang cukup bagi petani. Terlebih lagi Muba ini luasan kawasan sawitnya juga ada privat sektor swasta yang mengusahakan lahan dengan bermitra dengan petani," terangnya.

Maka itu lanjut Beni, Pemkab Muba sudah melakukan banyak hal dan berkomitmen dalam keberlanjutan kelapa sawit, terutama terkait peningkatan produktivitas dengan program peremajaan sawit rakyat.

Dubes Norwegia bersama 2 orang staf Forest and climate sengaja berkunjung untuk melihat hasil pelaksanaan field trial (demplot kebun Best Management Practices) di 6 bidang kebun petani swadaya di Muba
Dubes Norwegia bersama 2 orang staf Forest and climate sengaja berkunjung untuk melihat hasil pelaksanaan field trial (demplot kebun Best Management Practices) di 6 bidang kebun petani swadaya di Muba (Sripo/ Fajeri)

"Karena banyak isu sawit yang sudah tua, ada juga kesalahan bibit, makanya ini (replanting) yang terus kita lakukan. Kita ingin petani hasil yang baik, dan maksimal," bebernya.

Koordinator Field Trials GYGA Hendra Sugianto mengungkapkan pendampingan yang dilakukan telah dimulai sejak Oktober 2019, dan sudah masuk ke tahun ketiga.

Di tahun pertama penelitian kepada kebun sawit produktivitas meningkat 24%, atau 2,9 ton pertahun per hektar. Tahun ke dua meningkat lagi sebesar 63%, atau 9,3 ton TBS per tahun per hektare.

"Kita harapkan petani disini menjadi contoh sehinga produksi sawit di mendis tidak di pandang sebelah mata," tegasnya.

Sementara Ketua Petani BMP Mendis Jaya Sehono mengucapkan terima kasih kepada pihak GYGA dan Setara yang telah melakukan pendampingan dalam mengolah perkebunan sawit yang benar.

"Kami sangat terbantu sekali dengan pendampingan ini, sehingga penghasilan kami meningkat," ucapnya.

Plt Bupati Muba Beni Hernedi memberikan hadiah kepada petani sawit
Plt Bupati Muba Beni Hernedi memberikan hadiah kepada petani sawit (Sripo/Fajeri)

Acara ditutup dengan pemberikan hadiah kepada 1 orang petani terbaik BMP (Sehono) dan 3 orang petani terbaik pencatatan aktivitas kebun (Sujarwo, Hidayat dan Suyatno, hadiah berupa uang tunai diserahkan secara simbolis oleh PLT. Bupati dan Dubes Norwegia.

Dengan pemberian hadiah ini harapannya menjadi motivasi bagi petani untuk dapat terus semangat berupaya menerapkan BMP pada kebunnya, sesuai pesan PL. Bupati, Setara ke depan akan membantu petani syadaya Desa Mendis Jaya untuk memperoleh sertifikasi RSPO dan ISPO, tentunya dengan dukungan semua pihak hal ini InsyaAllah akan tercapai, terlebih petani Swadaya Desa Mendis memiliki semangat kerja keras dan budaya gotong-royong, Kepala Desanya Pak Jefri juga sangat peduli pada petani,

Setara akan berpartisipasi dalam mengimplementasikan Program Unggulan Kabupaten Lestari (PUKL) MUBA melalui pemberdayaan petani swadaya untuk mendorong pengelolaan sawit berkelanjutan baik sertifikasi RSPO ataupun ISPO," ungkap Baya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved