Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Cerita Jesi 12 Tahun Mengabdi Guru Honorer di Lubuklinggau, Berawal Honor Bulanan Rp 90 Ribu

Raut wajah Jesi Apriyanti berseri-berseri saat mendapat penghargaan dalam peringatan hari guru nasional di SMPN 2 Lubuklinggau, Kamis (25/11/2021).

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Peringatan Hari Guru Nasional di SMPN 2 Lubuklinggau, Kamis (25/11/2021). Jesi, salah seorang guru honorer sudah mengabdi 12 tahun di sekolah tersebut sejak honor awal Rp 90 ribu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Raut wajah Jesi Apriyanti berseri-berseri saat mendapat penghargaan dalam peringatan hari guru nasional di SMPN 2 Lubuklinggau, Kamis (25/11/2021).

Jesi mendapat penghargaan karena sudah 12 tahun mendedikasikan diri mengajar di SMPN 2 Lubuklinggau sebagai guru honorer.

Dia mendapat penghargaan bersama dengan beberapa guru lainnya yang dianggap berprestasi selama mengabdi di SMPN 2 Lubuklinggau.

Jesi mengatakan sudah menjadi guru honorer sejak tamat SMA dan sangat berharap diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Saya sudah mengajar disini (SMPN 2 Lubuklinggau) sejak bergaji Rp. 90 ribu rupiah per bulan, sekarang alhamdulillah sudah Rp. 1 juta," ungkap Jesi pada Tribunsumsel.com.

Jesi menuturkan selama menjadi guru honorer banyak suka dukanya, namun tak pernah dirasakannya sama sekali dan menjalaninya dengan dengan penuh rasa ikhlas.

"Banyak suka dukanya, tapi banyaklah sukanya ketimbang dukanya senang terus, karena dari awal memang niatnya ingin jadi guru dan mengabdi kepada masyarakat," ujarnya.

Jesi menambahkan sekian lama pengabdiannya ia sangat berharap bisa diangkat menjadi CPNS, sebab ia sudah dua kali mengikuti test CPNS namun belum beruntung.

"Harapannya hanya satu ingin jadi CPNS karena sudah dua kali saya ikut formasi umum tapi belum lulus," ungkapnya.

Kepala Sekolah SMPN 2 Lubuklinggau, Parman menyampaikan pemberian penghargaan kepada guru di sekolahnya sebagai wujud perhatian kepada guru yang telah mengabdi di sekolah ini.

"Mudah-mudahan hari ini guru senang karena guru merupakan agen perubahan bangsa, harapannya guru menjadi panutan terbaik untuk para anak didiknya," ujarnya.

Ia mengungkapkan, mengapa guru harus diberikan penghargaan atau reward supaya mampu meningkatkan semangatnya dalam mengajar kepada anak didiknya.

"Mereka sudah sangat baik mengabdi dan ternyata respon guru juga baik, anak didik juga memberikan penghargaan kepada gurunya yang mereka anggap baik," ungkapnya. 

Baca juga: Bupati OI Panca Wijaya Anggarkan Dana Insentif Rp 1,8 Miliar untuk Guru di Pelosok, Mulai Tahun 2022

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved