Breaking News:

Berita Palembang

Tiga Ibu Datangi Propam Polda Sumsel, Laporkan Dugaan Kasus Salah Tangkap Polrestabes Palembang

Tiga ibu mendatangi Propam Polda Sumsel untuk berharap mendapat keadilan atas penahanan anak-anak mereka yang diduga jadi korban salah tangkap.

TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Tiga ibu mendatangi propam Polda Sumsel untuk melaporkan anak-anak mereka yang diduga jadi korban salah tangkap oleh anggota Polrestabes Palembang, Senin (22/11/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tiga ibu mendatangi Propam Polda Sumsel untuk berharap mendapat keadilan atas penahanan anak-anak mereka yang diduga jadi korban salah tangkap oleh anggota Sat Reskrim Polrestabes Palembang, Senin (22/11/2021).

Ketiga ibu tersebut merupakan perwakilan dari keluarga lima pemuda yang ditangkap anggota Sat Reskrim Polrestabes Palembang atas kasus pengeroyokan di Jalan Gotong Royong 3, Kelurahan Sukamaju, Kecamatakan Sako Palembang beberapa waktu lalu.

Ningsih (47), ibu yang melaporkan perihal penangkapan terhadap anaknya Sendy Setiawan (20) mengatakan, sangat meyakini benar sang anak tidak ikut dalam aksi pengeroyokan tersebut.

"Jelas-jelas anak saya ada di rumah waktu pengeroyokan itu terjadi. Tapi kok, malah anak saya yang dijemput polisi," ujar Ningsih saat ditemui di Mapolda Sumsel, Senin (22/11/2021).

Diketahui, kasus pengeroyokan itu menimpa Tivan Simanjuntak (33) dan terjadi di Jalan Gotong Royong 3, Kelurahan Sukamaju, Kecamatakan Sako Palembang pada Minggu (3/10/2021) sekira pukul 04.30 WIB.

Menurut Ningsih, saat kejadian tersebut anaknya sedang berada di rumah mulai dari pukul 02.00 WIB sampai pagi hari.

Ningsih meyakini hal tersebut lantaran melihat langsung keberadaan anaknya di rumah.

Sebab di hari pengeroyokan terjadi, bertepatan dengan hidupnya aliran PDAM di kawasan tempat tinggalnya yang biasa terjadwal saat tengah malam hingga subuh.

Sehingga mayoritas warga termasuk Ningsih harus bergadang demi mengisi stok air yang hanya hidup dua hari sekali.

"Sebelum jam 02.00, anak saya memang sempat keluar sebentar. Tapi setelah itu dia pulang dan begadang sama teman-temannya di rumah saya pagi. Saya lihat betul dia ada di rumah. Sedangkan pengeroyokan itu terjadi pukul 04.30. Jadi mana mungkin dia bisa ikut pengeroyokan," ungkapnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved