Breaking News:

Berita OKI

Lelang Lebak Lebung di OKI Tahap 2 Mulai Akhir November, Ada 87 Objek Belum Terjual

Potensi lahan rawa dan lebak di Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan mampu menyumbang penerimaan daerah mencapai Rp 7,1 miliar.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/WINANDO DAVINCHI
Salah satu rawa dan lebak di OKI yang potensi menyumbang pendapatan daerah. Tahap 2 lelang lebak lebung dilakukan akhir November, sedangkan tahap 1 sudah dilakukan dan menyumbang pendapatan daerah mencapai Rp 7,1 miliar. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Potensi lahan rawa dan lebak di Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan mampu menyumbang penerimaan daerah mencapai Rp 7,1 miliar.

Hal ini diterangkan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten OKI, Ir. Irawan bahkan hasil lebih tinggi dari target yang diharapkan sekitar Rp 6,3 Miliar.

"Tahun ini dari hasil Lelang Lebak Lebung (L3S) di 13 kecamatan. Tahun ini kita melebihi target dan Kecamatan Jejawi yang paling tinggi, yakni mencapai Rp 2,2 miliar," ungkapnya saat dikonfirmasi, Jum'at (19/11/2021) siang.

Dijelaskan total ada sebanyak 328 objek lelang yang tersebar di 15 kecamatan di Bumi Bende Seguguk.

"Ditahap I ini terjual sebanyak 239 objek, sisanya 87 objek belum terjual. Untuk objek yang belum terjual akan diajukan kembali pada pelelangan tahap 2 di penghujung November 2021 ini," ujar dia.

“Lelang tahap kedua yakni lelang yang dilakukan kembali bagi objek lelang yang tidak laku terjual dan juga lelang bagi objek lelang yang sempat tertunda dibeberapa kecamatan. Jadi masih ada kemungkinan penambahan pendapatan," imbuhnya.

Selain menjadi sumber pendapatan daerah, hasil lelang dikembalikan ke desa melalui mekanisme bagi hasil. Serta digunakan untuk pelestarian rawa lebak dan ekosistemnya serta pengawasan pemanfaatan lebak.

"Memang jadi primadona PAD namun dari hasil tersebut, 50 persen dikembalikan ke desa sebagai sumber pendapatan desa baik desa yang ada objek lelang maupun tidak menjadi objek lelang," bebernya.

Dalam upaya menjaga kelestarian habitat ikan menjadi kewajiban budidaya (pembenihan) yang diserahkan kepada pengemin (pemenang lelang) menjelang akhir pengelolaan areal lelang yakni 5 persen dari nilai objek.

"Pembenihan kembali (restocking) jadi kewajiban pemenang lelang menjelang hingga akhir pengelolaan," tandasnya.

Baca juga: Lebih Dekat dengan Cik Ujang Bupati Lahat, Bungsu 8 Saudara, Pernah Kerja di Gudang Mall dan Bengkel

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved