Breaking News:

Berita Palembang

Sumsel Status Siaga, 850 Personel Gabungan Siaga Disiapkan Hadapi Ancaman Banjir dan Longsor

Sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana, Pemprov Sumsel melaksanakan apel kesiapsiagaan personil dan peralatan banjir dan tanah longsor

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Rachmad Kurniawan
Gubernur Sumsel Herman Deru memimpin Apel kesiapsiagaan personel menanggulangi bencana banjir dan tanah longsor di Venue menembak JSC, Selasa (16/11/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Sepanjang tahun 2021 di wilayah Provinsi Sumatera Selatan terjadi 138 kali bencana. Kasus terbanyak adalah kebakaran rumah penduduk sebanyak 92 kali, bencana yang lainnya adalah banjir 15 kali, tanah longsor 6 kali. Angin puting beliung 20 kali, banjir bandang 5 kali.

Kejadian bencana tersebut mengakibatkan 4.874 KK/2.673 jiwa terdampak.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana, Pemprov Sumsel melaksanakan apel kesiapsiagaan personil dan peralatan banjir dan tanah longsor di Sumatera Selatan.

Dengan kesiapan tersebut, diharapkan Sumsel akan lebih siap dan lebih cepat untuk mengantisipasi kejadian maupun dampaknya.

Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru mengatakan, setiap daerah mesti siaga menghadapi bencana banjir dan tanah longsor di akhir tahun ini.

Sebanyak 850 personel gabungan TNI-POLRI, BPBD Sumsel, Basarnas, dan unsur lainnya dengan peralatan lengkap diturunkan selama musim hujan berlangsung.

"Meski begitu kita harus siaga, kondisi geografis Sumatera Selatan dengan dataran tinggi (Pegunungan) di bagian Barat seperti Pagaralam, Lahat, Muara Enim dan OKU Selatan, berpotensi terjadinya peristiwa alam, Tanah Longsor, Banjir Bandang dan Angin Puting Beliung, " ujar Deru ketika memimpin Apel Kesiapsiagaan Personel Menanggulangi Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Venue menembak JSC, Selasa (16/11/2021).

Sementara di bagian timur yang merupakan dataran rendah dan perairan seperti Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir dan Palembang, mempunyai potensi terjadinya potensi banjir akibat luapan air sungai dan menimbulkan genangan yang dipengaruhi oleh musim hujan dan pasang air laut, selain itu juga pada daerah yang lebih terbuka dapat terjadi angin puting beliung.

Deru menginginkan Sumsel siap siaga menghadapi perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

"Jangan sampai kita jadi kesatuan yang tidak siap. Bukan hanya sekedar memeriksa kesiapan apel tapi juga kesiapan alat mencegah bencana tanah longsor dan banjir, " katanya.

Di tempat yang sama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Iriansyah mengatakan, sebanyak 850 orang personel yang sudah siap, disebar berbagai daerah untuk mencegah dan mengamankan warga ketika bencana terjadi.

Ia menyebut status Sumsel saat ini sedang berada pada kondisi siaga.

"Dari pengamatan kami wilayah yang rawan longsor itu di Empat Lawang, Pagaralam, Muara Enim, dan OKU selatan. Sedangkan rawan banjir hampir merata seluruh wilayah karena kita ini termasuk di dataran rendah, " jelasnya.

Adapun salah satu alat baru yang digunakan oleh personel gabungan, yakni water treatment.

"Peralatan tanggap darurat air bersih mengubah air menjadi air minum. Tentu hampir semua tim punya peralatan baru, " ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved