Breaking News:

Berita OKI

Ditinggal Istri Kerja ke Singapura, Pria di Sungai Menang OKI Hamili Anak di Bawah Umur

Ditinggal istri kerja ke Singapura, seorang pria warga Sungai Menang Ogan Komering Ilir (OKI) diduga berbuat cabul menyetubuhi anak di bawah umur.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/WINANDO DAVINCHI
Kasat Reskrim Mapolres Ogan Komering Ilir AKP Sapta Eka Yanto didampingi Kanit PPA Ipda Jamal saat menggelar press release kasus pria yang ditinggal istri kerja ke Singapura menghamili anak di bawah umur, Selasa (2/11/2021) sore. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Ditinggal istri kerja ke Singapura, seorang pria warga Sungai Menang Ogan Komering Ilir (OKI) diduga berbuat cabul menyetubuhi anak di bawah umur. Korban pun kini kondisinya hamil.

Pelaku berinisial ANH (26) seorang supir speed boat asal Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang. Sedangkan korbannya seorang wanita muda berumur 18 tahun berinisial DNS. Sewaktu pelaku melakukan persetubuhan dengan korban, usianya korban masih 17 tahun 10 bulan.

Kasus pencabulan dilakukan sejak bulan November 2020 sampai dengan Oktober 2021.

Dalam kesempatan press release, Selasa (2/11/2021) sore. Kapolres OKI, AKBP Dili Yanto melalui Kasat Reskrim AKP Sapta Eka Yanto menjelaskan pelaku diamankan di rumahnya di Desa Bumi Pratama Mandira.

Berdasarkan laporan dari orang tua korban, setelah mengetahui anaknya kedapatan hamil 2 minggu.

"Penangkapan pelaku ANH dilakukan berdasarkan laporan yang masuk pada tanggal 30 Oktober 2021, oleh orang tua korban," ujar AKP Sapta Eka Yanto didampingi Kanit PPA Ipda Jamal.

Dikatakan lebih lanjut, dari pengakuan pelaku bahwa awal mula perkenalan yaitu pada pertengahan bulan November 2020 lalu.

Di mana pelaku menghubungi anak korban melalui obrolan di aplikasi WhatsApp dan menyuruh korban datang ke rumahnya.

"Waktu itu korban datang ke rumah pelaku dan menyuruhnya masuk ke dalam rumah. Pada saat sudah di dalam rumah, pelaku membujuk dan merayu korban untuk melakukan persetubuhan,"

"Saat itu korban menolak permintaan pelaku, karena pelaku terus membujuk dan merayunya. Sehingga korban terbuai dengan bujuk rayu dan mau disetubuhi oleh pelaku," ungkap dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved