Breaking News:

Dinkes Muara Enim Kejar Target Vaksinasi 70 Persen

Berapapun kuota vaksin yang didapat akan langsung didistribusikan hingga mencapai herd immunity atau capaian vaksinasi 70 persen.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/ARDANI ZUHRI
Plt Kadinkes Muara Enim Slamet Oku Asmana menuturkan Dinkes Muara Enim kejar target vaksinasi 70 persen. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM - Karena pencapaian vaksinasi masih terbatas di bawah 70 persen, Kemendagri menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kabupaten Muara Enim dari sebelumnya PPKM Level 2 menjadi PPKM Level 3.

Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Kadinkes Muara Enim Slamet Oku Asmana didampingi Sekretaris Dinkes Muara Enim Supri Ahmadi di ruang kerjanya, Selasa (26/10/2021).

Menurut Oku, sesuai surat Inmendagri No 54 Tahun 2021 tertanggal 18 Oktober 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2 dan Level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2016 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi Maluku dan Papua. Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia yang menginstruksikan agar melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 (tiga), Level 2 (dua), dan Level 1 (satu) Corona Virus Disease (Covid-19) di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua sesuai dengan kriteria level situasi pandemi berdasarkan asesmen oleh Kementerian Kesehatan serta lebih mengoptimalkan Pos Komando (Posko) Penanganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Di dalam instruksi tersebut, lanjut Oku, untuk di Provinsi Sumsel ada 8 Kabupaten yang level PPKM berada di level 3. Kalau untuk Kabupaten Muara Enim, penyebab turunnya level PPKM tersebut karena capaian vaksinasi masih terbatas yakni belum mencapi 70 persen, dimana untuk vaksinasi I terbatas baru 32,8 persen dan Vaksinasi II sebesar 21 persen.

Untuk menentukan level PPKM tersebut ada beberapa kriteria yakni terbatas, sedang dan memadai. Untuk level terbatas capaian vaksinasi dibawah 50 persen, level sedang 50-70 persen dan level memadai 70 persen ke atas.

"Penyebabnya karena sebelum penilaian kita masih terbatas alokasi vaksin, mulai minggu-minggu ini alokasinya vaksin akan semakin besar. Kita tiap hari terus lakukan Vaksinasi," ujar Oku.

Ditambahkan Supri, sampai saat ini, stok vaksin Sinovac 11.800 dosis dan astrazeneka 8.460 dosis. Mereka menjemput vaksin ke Dinkes Sumsel jenis Pfizer sebanyak 44.460 dosis. Sedangkan target sasaran vaksinasi sebanyak 45.0276 jiwa, dimana untuk dosis I sudah mencapai 147.183 jiwa atau 32,79 persen dan dosis II sebangak 94.422 jiwa atau 20,97 persen pertanggal 23 Oktober 2021.

"Kalau dahulu kriteria penentuan level PPKM nya hanya jumlah kasus, tracking, ketersediaan tempat tidur, testing. Namun sekarang, seiring dengan melandainya kasus untuk Menuju Herd Immunity syaratnya ditambah yakni capaian vaksinasi. Dan bagi daerah yang capaiannya rendah meski kasusnya rendah jika capaian vaksinasinya masih rendah PPKM levelnya berpengaruh, seperti kita," ujar Supri.

Masih dikatakan Supri, dengan turunnya level PPKM dari level 2 menjadi level 3, tentu akan berpengaruh terutama terhadap perekonomian karena ada batasan-batasan perlakuan yang berbeda antara PPKM level 2 dan PPKM level 3. Memang Imendagri ini, akan keluar dua minggu sekali oleh Kemendagri, dan hasilnya tergantung capaian vaksinasi kita. Untuk itu, pihaknya akan terus menggiatkan vaksinasi, berapapum kuota vaksin yang didapat akan langsung didistribusikan hingga mencapai herd immunity atau capaian vaksinasi 70 persen.(ari)

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved