Breaking News:

Berita Nasional

Walikota Gibran Ingin Guru yang Dia Ditegur Tahu Diri : Bikin Sekolah Tutup

Puluhan siswa dan guru di Kota Solo terpapar Covid-19 selama pembelajaran tatap muka (PTM).

Editor: Siemen Martin
YouTube/Kompas TV, TribunJateng.com
Gibran 

TRIBUNSUMSEL.COM - Gibran marah besar melihat guru-guru tak taat prokes.

Puluhan siswa dan guru di Kota Solo terpapar Covid-19 selama pembelajaran tatap muka (PTM).

Akibatnya, lima sekolah dasar (SD) terpaksa ditutup sementara dan kegiatan PTM dihentikan untuk sementara.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ingatkan lagi soal protokol kesehatan (prokes) selama PTM.

Dirinya sempat melihat dan menegur sejumlah guru yang tak memakai masker di lingkungan sekolah. 

"Guru-guru yang kemarin sering saya tegur tidak memakai masker di sekolah tolong tahu dirilah," kata Gibran, Senin (18/10/2021).

Protokol kesehatan (prokes), menurut Gibran, harus terus diterapkan secara ketat di lingkungan sekolah.

"Mau tidak mau harus berdampingan dengan Covid-19. Kesadarannya (menerapkan prokes) harus ditingkatkan," tegas dia.

Meskipun demikian, Gibran meminta sekolah yang tak ada kasus Covid-19 tetap melanjutkan PTM dengan prokes ketat. 

Sementara bagi sekolah muncul kasus Covid-19 akan dilakukan pelacakan khusus.

"Kita pasti perketat (prokesnya). Kita tidak ingin menghambat PTM ini. Kita jalan terus," ungkap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Ahyani menjelaskan, lima SD yang muncul kasus Covid-19 adalah SD Kristen Manahan, SDN Mangkubumen Kidul, SDN Danukusuman, SD Al Islam Jamsaren dan SDN Semanggi Lor.

Hal itu terungkap saat evaluasi PTM dengan melakukan tes PCR di 29 sekolah di Solo, dari jenjang SMP, SMA, SD SMK, MA dan MTs.

Artikel ini telah tayang di Kompas

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved