Breaking News:

Berita Pagaralam

Garda Terdepan di Gunung Dempo Selamatkan Pendaki, Anggota Brigade Dilatih Beri Bantuan Hidup Dasar

Anggota Balai Registrasi Gunung Dempo (Brigade) mendapat pelatihan tentang menyelamatkan pendaki saat berada dalam kondisi sakit dan kecelakaan.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/WAWAN SEPTIAWAN
Anggota Balai Registrasi Gunung Dempo (Brigade) Kota Pagaralam sedang melakukan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM - Sebagai salah satu garda terdepan dalam penyelamatan jika terjadi sesuatu pada pendaki Gunung Dempo, anggota Balai Registrasi Gunung Dempo (Brigade) harus memiliki pengetahuan tentang bagaimana menyelamatkan pendaki saat berada dalam kondisi sakit dan kecelakaan.

Untuk itu Brigade mengundang sejumlah dokter spesialis untuk memberikan pengetahuan dasar dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD) jika ada pendaki yang mengalami berbagai kondisi kedaruratan yang mengancam hidup mereka saat mendaki.

Brigade menggelar pelatihan Kegawat Daruratan Medis Dalam Pendakian dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk memberikan pengetahuan jika terjadi hal yang mengancam jiwa pendaki dibidang medis.

dr Ahmad Tagar Regiun didampingi dr Ahmad Angga Luthfi SpAn mengatakan, bahwa pelatihan yang digelar yaitu “Kegawat Daruratan Medis Dalam Pendakian dan Bantuan Hidup Dasar".

"Mengingat kawan-kawasan di Brigade salah satu garda terdepan atau first responder dalam evakuasi kepada pendaki bila terjadi keadaan yang tidak diinginkan alangkah baiknya semangat dan usaha keras mereka selama ini kita lengkapi dengan keilmuan yang memadai dan sesuai kompetensi mereka," ujarnya.

Pihaknya melakukan pelatihan bagaimana melakukan tindakan dasar jika ada pendaki yang mengalami kecelakaan dan harus mendapat bantuan medis agar nyawa mereka bisa diselamatkan.

"Bantuan hidup dasar ini sangat penting, karena dengan adanya pengetahuan ini maka para anggota Brigade bisa melakukan langkah darurat untuk menyelamatkan pendaki sebelum mendapat perawatan oleh tim medis," katanya.

Pasalnya selama ini para anggota Brigade ini sering sekali melakukan evakuasi pendaki yang mengalami ganguan medis seperti hipotermia, kecelakaan bahkan kelelahan saat melakukan pendakian.

"Dengan adanya ilmu dasar itu maka mereka akan bisa melakukan tindakan medis sementara tampa harus ada tenaga medis langsung yang menangani. Pasalnya jika harus menunggu tenaga medis tiba dilokasi puncak Dempo maka kemungkinan buruk bisa saja terjadi terhadap pendaki. Namun jika tim Brigade sudah memiliki bekal BHD tadi paling tidak akan menjadi bantuan pertama," jelasnya.

Baca juga: Anggota Mayoritas Bukan Milenial, RAPI Optimis Tetap Tumbuh, Musda VIII Cari Ketua Baru

Harapannya ke depan pengetahuan tentang Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support) ini lebih bisa dikenalkan ke masyarakat awam dan diajarkan sedini mungkin bahkan ditingkat sekolah.

"Karena dinegara maju BHD memang sudah menjadi kompetensi umum yang harus dikuasai apalagi bagi “first responder” seperti BPBD, Damkar, Polisi, Satpam dan lain-lain," ungkapnya.

Akbar Zambrullah salah satu anggota Brigade mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan adanya pelatihan tersebut. Pasalnya pengetahuan BHD tersebut memang harus dimiliki anggota Brigade karena sering melakukan evakuasi pendaki.

"Dengan ilmu yang kami dapat ini, maka kami bisa memberikan pertolongan pertama jika ada pendaki yang sakit saat berada dipuncak Dempo bahkan dijalur," katanya.(sp/one)

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved