Breaking News:

Berita Palembang

Beredar Pesan ke ASN Atasnamakan Survei KPK Penilaian Integritas, Ini Penjelasan Jubir KPK

Sejumlah ASN mulai mendapat pesan singkat yang mengatasnamakan tim dari PT MarkPlus Indonesia untuk melakukan Survei Penilaian Integritas (SPI).

Tribunnews/ Ilham Rian
Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan mengenai sejumlah ASN mulai mendapat pesan singkat yang mengatasnamakan survei dari KPK. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sejumlah ASN mulai mendapat pesan singkat yang mengatasnamakan tim dari PT MarkPlus Indonesia untuk melakukan Survei Penilaian Integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2021 pada 16 Agustus-10 Oktober 2021.

Dalam pesan dijelaskan, tim ini sudah mendapat mandat dari KPK untuk menjadi perantara bagi responden mengisi kuesioner dan menilai kondisi integritas di Instansi masing-masing.

Disampaikan, responden yang terpilih mengisi kuesioner tersebut sudah direkomendasikan oleh masing-masing instansi lalu dipilih secara acak oleh KPK untuk menjadi responden.

Saat dikonfirmasi, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri membenarkan adanya survei tersebut.

Dia menjelaskan, SPI 2021 adalah sebuah survei tahunan yang dilakukan terhadap kementerian/lembaga/pemerintah daerah untuk memetakan dan memonitor risiko korupsi.

"Jadi memang tujuannya untuk memetakan dan memonitor risiko korupsi," ujarnya, Kamis (7/10/2021).

Menunjuk PT MarkPlus, Inc sebagai pihak ketiga untuk melakukan pengumpulan data, responden dari survei ini adalah para pegawai kementerian/lembaga/pemerintah daerah, pengguna layanan dalam hal ini masyarakat/perusahaan swasta.

Selain itu ada juga para narasumber ahli dari beragam lembaga pemerintah, asosiasi, akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), jurnalis, dan lain-lain.

Survei dilakukan secara daring dan observasi lapangan terhadap 639 kementerian/lembaga/pemerintah daerah peserta SPI 2021.

"Survei ini dari Agustus sampai Oktober 2021" jelasnya.

Responden yang terpilih, akan mendapat pesan dari pihak MarkPlus melalui "WhatsApp blast" dan "email blast" dengan melampirkan surat resmi pengantar dari KPK.

Ali meminta bagi yang terpilih sebagai responden untuk menghubungi call center KPK 198 atau e-mail 198@kpk.go.id dan informasi@kpk.go.id.

"Silahkan konfirmasi lebih lanjut," ujarnya.

Baca juga: Penipuan Investasi Lele Organik, Kantor Cabang DHD Farm Indonesia Lubuklinggau Sudah Sebulan Tutup

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved