Hari Batik Nasional 2021
Mengenal Jenis Motif Batik Indonesia dan Filosofinya, Alas-alasan, Anggur, Kokrosono Hingga Emprit
Banyak faktor memengaruhi motif batik di Indonesia, mulai dari letak geografis, Pengaruh sifat dan tata penghidupan daerah, kepercayaan dan adat
TRIBUNSUMSEL.COM-Masyarakat Indonesia memeringati hari batik setiap tanggal 2 Oktober. Tahukah kamu, Indonesia memiliki banyak ragam motif dengan filosofi masing-masing?
Batik adalah warisan dunia yang telah ditetapkan oleh UNESCO. Alasannya batik memenuhi beberapa kriteria di antaranya kaya dengan simbol dan makna filosofi kehidupan rakyat Indonesia.
Batik juga menjadi refleksi akan keberagaman budaya di Indonesia, yang terlihat dari sejumlah motifnya.
Motif batik adalah corak atau pola yang menjadi kerangka gambar pada batik berupa perpaduan antara garis, bentuk dan isen menjadi satu kesatuan yang mewujudkan batik secara keseluruhan.
Motif-motif batik itu antara lain adalah motif hewan, manusia, geometris, dan motif lain. Motif batik sering juga dipakai untuk menunjukkan status seseorang.
Membatik merupakan tradisi turun-menurun. Karena itu, sering motif batik manjadi ciri khas dari batik yang diproduksi keluarga tertentu (Wikipedia, 2015).
Beberapa faktor yang mempengaruhi lahirnya motif-motif batik antara lain adalah letak geografis, misalnya di daerah pesisir akan menghasilkan batik dengan motif yang berhubungan dengan laut.
Begitu pula dengan yang tinggal di pegunungan akan terinspirasi oleh alam sekitarnya.
Pengaruh sifat dan tata penghidupan daerah, kepercayaan dan adat di suatu daerah, serta keadaan alam sekitar termasuk flora dan fauna.
Motif batik juga menjadi refleksi akan keberagaman budaya di Indonesia.
Pengaruh Arab dalam motif hias yang biasa ditemui di seni kaligrafi, pengaruh Eropa dalam bentuk motif bunga, pengaruh China dalam motif phoenix (burung api), hingga pengaruh India dan Persia dalam motif merak.
Berikut ini beberapa motif batik di Indonesia dilansir dari bbkb.kemenperin.go.id :
1. Alas-alasan
Alas-alasan berasal dari bahasa Jawa (suku kata :Alas) yang berarti hutan. Alas-alasan dapat diartiken sebagai hutan-hutanan atau seperti hutan.
Motif alas-alasan ini termasuk bagian dari motif tradisional. Pada pola motif ini terdapat berbagai jenis binatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/motif-batik-merak-lung-lung.jpg)