Berita Nasional

Mengenal Andre Kuncoro, Ayah Josepha Alexandra LCC MPR RI yang Punya Jabatan Mentereng di Kalbar

Di tengah gelombang simpati publik yang terus mengalir, latar belakang keluarga Josepha Alexandra, siswi SMAN 1

Tayang:
Editor: Moch Krisna
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri/Instagram)
JOSEPHA ALEXANDRA - Ayah ungkap sosok Josepha Alexandra, terlalu hobi belajar hingga buat keluarga cemas 

Ringkasan Berita:
  • Ayah Josepha Alexandra bernama Andre Kuncoro, seorang Staf Ahli Pertanian Lembaga Gemawan di Putussibau yang mendukung penuh keberanian putrinya dalam menyuarakan keadilan.
  • Andre Kuncoro memiliki rekam jejak profesional di bidang pemberdayaan masyarakat, termasuk pernah menjadi Tenaga Ahli di Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi.
  • Josepha dikenal sebagai pribadi yang gigih belajar hingga larut malam, serta aktif dalam kegiatan sosial membina anak-anak di Taman Catur Untan pada hari libur.

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Di tengah gelombang simpati publik yang terus mengalir, latar belakang keluarga Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang viral akibat dugaan kecurangan di Final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat, akhirnya terungkap.

Berdasarkan penelusuran, profesi sang ayah kini ramai diperbincangkan netizen karena dianggap turut membentuk karakter vokal dan berani dari sang putri di atas panggung persidangan cerdas cermat tersebut.

Rupanya ayah Josepha memiliki jabatan mentereng.

Josepha karib disapa Ocha, menjadi perbincangan karena keberaniannya menyuarakan protes terhadap juri yang menyalahkan jawabannya.

Ocha sudah menjawab dengan benar namun dinilai salah oleh juri.

Tapi ketika kelompok lain yang menjawab sama persis dengan Ocha, justru dinilai benar.

Tindakan tersebut membuat banyak sekali masyarakat menaruh simpati pada Ocha.

Termasuk orang tuanya, Andre Kuncoro.

"Publik Indonesia tidak hanya dipertontonkan acara lomba, tapi bagaimana seorang anak kecil dengan gagah berani menyuarakan keadilan dan kebenaran," kata Andre melansir dari Tribunstyle.com, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya menang atau kalah dalam lomba merupakan bonus, terpenting anaknya mampu melewati semua prosesnya.

"Berkah yang luar biasa dan menjadi pelajaran bagi kita semua. Dalam lomba itu sportivitas harus dijunjung tinggi. Menang atau kalah itu biasa, yang penting prosesnya," katanya.

Ia berharap tindakan Ocha dapat menginspirasi untuk berani menyiarakan keadilan.

"Kebenaran tetap harus jadi kebenaran, dan keadilan harus tetap dijaga," katanya.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved