Berita Lubuklinggau
Mengenal Kadiskominfo Lubuklinggau Erwin Armeidi, Pernah Wamil Seangkatan Mayjen TNI Kunto Arief
Bercita-cita menjadi PNS, ternyata karir pertama Drs Erwin Armeidi saat ini menjabat Kadis Kominfo adalah menjadi seorang militer pangkat Letnan Dua.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Bercita-cita menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sejak lulus sekolah, ternyata karir pertama Drs Erwin Armeidi saat ini menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Lubuklinggau Sumsel adalah menjadi seorang militer berpangkat letnan dua.
Kepada Tribunsumsel.com, Erwin Armeidi, alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan pertama ini memang sudah punya cita-cita menjadi seorang PNS sejak lulus sekolah.
"Ketika tamat SMA awalnya pengen sekolah ke luar Sumatera, sempat berpikir bagaimana sekolah luar Jawa tapi tidak bayar. Karena kami delapan bersaudara dan orang tua hanya PNS biasa, akhirnya ikut UMPTN mengambil Jurusan Pertanian Unsri mengikuti jejak kakak," ungkapnya, Kamis (30/9/2021).
Setelah pengumuman Erwin dinyatakan lulus walaupun alumni SMAN 5 Palembang ini sendiri tidak begitu menyukai jurusan yang dipilihnya, mengingat sejak awal ia ingin melanjutkan sekolah kedinasan di pulau Jawa.
"Ketika saya lulus Fakultas Pertanian Unsri tetangga seberang rumah memberi tahu kalau ada sekolah di Jawa namanya APDN Nasional sedang penerimaan siswa baru, kalau lulus langsung jadi pegawai," ungkapnya.
Setelah mendengar cerita itu dalam benaknya Erwin langsung terbayang lulus jadi pegawai, sekolahnya di Jawa dan tidak bayar sama sekali. Ia kemudian langsung meminta izin orang tuanya untuk ikut seleksi.
"Akhirnya tahun 1989 itu ikut test Alhamdulillah lulus, ada beberapa orang dari Palembang. Kami angkatan pertama yang dikirim ke Bandung untuk mengikuti pendidikan dan belajar," ujarnya.
Namun, karena kampusnya lagi dalam tahap pembangunan akhirnya mereka dititipkan di Semarang dan Malang, setahun dititipkan, kampus Jatinangor cikal bakal IPDN saat ini selesai dibangun.
"Kemudian tahun 1990 selesai langsung diangkat jadi pegawai karena saat itu begitu masuk langsung status pegawai dan tamat tahun 1992," ungkapnya.
Hanya saja setelah tamat, tiba-tiba dari pemerintah pusat mengeluarkan program wajib militer (Wamil). Seluruh alumni tahun 1992 diseleksi ikut Wamil, dari sekian banyak hanya 10 persen yang lulus termasuk Erwin.
Setelah dinyatakan lulus mereka dipusatkan di Bandung untuk mengikuti sekolah perwira pendidikan infrantri selama enam bulan, setelah selesai Erwin ditempatkan di Praspa dilantik menjadi letnan dua.
"Saat itu SK yang kami terima merupakan SK dari Presiden langsung, saya seangkatan dengan Kunto Arief Wibowo (Panglima Divisi Infanteri 3/Kostrad, Red), nomor KTA saya masih saya simpan. Jadi saya bukan jadi pegawai awalnya malah jadi militer lebih dulu," ungkapnya.
Erwin menuturkan angkatan mereka waktu itu agak punya keunikan dari seluruh pegawai di Indonesia saat itu. Sebab yang harusnya pegawai namun tidak jadi pegawai lebih dulu malah jadi tentara.
"Saya bertugas di Korem 071 Wijaya Kusuma Kodam IV di Ponorogo Kodim 0701 Banyu Mas tepatnya di Purwokerto. Dua tahun di sana bagian seksi intelijen," ujarnya.
Setelah menjalani masa Wamil mereka dikembalikan ke pegawaian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), awal karir ASN nya dimulai saat diperbantukan di Sumsel tepatnya di Kabupaten Bangka jadi Lurah Udai dan Sungai Liat selama dua tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kadiskominfo-kota-lubuklinggau-drs-erwin-armeidi12.jpg)