Breaking News:

Berita Nasional

Kondisi Papua Memanas Usai Anggota TNI Gugur Terlibat Baku Tembak Selama 4 Jam Dengan KKB, Kronologi

Kondisi Papua Memanas Anggota TNI Gugur Usai Terlibat Baku Tembak Selama 4 Jam Dengan KKB, Kronologi

Editor: Slamet Teguh
Kolase Intisari-YouTube
Ilustrasi: Seorang prajurit TNI, Pratu Ida Bagus Putu, gugur dalam baku tembak dengan teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (21/9/2021). Saat itu, korban bersama tim sedang melakukan pengamanan proses evakuasi jenazah Suster Gabriella Maelani usai penyerangan KKB. 

Kontak senjata antara personel TNI Satgas Pamtas 403/WP dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021) pagi.

Akibat kejadian yang berlangsung sekitar empat jam tersebut, seorang anggota TNI mengalami luka tembak di bagian tangan dan sejumlah fasilitas umum dibakar.

"Senin, pukul 09.00 hingga 13.15 WIT, di Distrik Kiwirok telah terjadi kontak tembak antara personel Pos Kiwirok Satgas Pamtas 403/WP dengan KKB Ngalum-Kupel pimpinan Lamek Taplo dan aksi pembakaran fasilitas umum serta pemukiman warga," ujar Dandim 1715/Yahukimo, Letkol Christian Irreuw, melalui pesan singkat, Senin.

Fasilitas umum yang dibakar KKB adalah Puskesmas Kiwirok, Kantor Bank Papua Perwakilan Distrik Kiwirok, Kantor Distrik Kiwirok, Sekolah Dasar Kiwirok dan Pasar Kiwirok.

Akibat aksi KKB di Kiwirok, satu tenaga kesehatan tewas, empat lainnya terluka, dan masih ada satu mantri yang hilang.
  

Baca juga: Pratu Ida Bagus Putu Gugur Ditembak KKB saat Amankan Evakuasi Jenazah Suster Gabriella Maelani

Baca juga: Teroris KKB Papua Bunuh Prajurit TNI yang Bertugas Jaga Proses Evakuasi Jenazah Suster Gabriela

30 Jam Jalan Kaki, Satgas TNI Disambut 4 Kali Kontak Tembak 

Sebanyak 35 personel Satgas Nemangkawi dikerahkan ke Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, setelah KKB Ngalum-Kupel pimpinan Lamek Taplo melakukan aksi pembakaran fasilitas umum dan pemukiman warga seminggu terakhir.

Aksi kelompok teroris tersebut membuat warga sipil dan tenaga kesehatan menjadi korban.

Tim Satgas tiba di Distrik Kiwirok pada Minggu (18/9/2021) malam, setelah melakukan jalan kaki selama 30 jam.

"Pasukan sudah tiba di Kiwirok tadi malam (19/9/2021), mereka jalan 30 jam," ujar Direskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (20/9/2021).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved