Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Gas Elpiji 3 Kg Langka di Lubuklinggau, Polres Siap Tindak Tegas Penimbun

Saat ini gas elpiji 3 Kg atau gas melon di Kota Lubuklinggau Sumsel mengalami kelangkaan. Polres Lubuklinggau siap tindak tegas penimbun.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Herman seorang warga Lubuklinggau tengah memasang elpiji 3 Kg dirumahnya, Selasa (21/9/2021). 

Sementara, Sales Branch Manager Pertamina, Ahad Jabbar menyampaikan tahap penyaluran pertama dilakukan dari SPBE ke empat agen dan sesuai kuota BPK Migas. SPBE membawahi gas menggunakan mobil agen yang dibawa ke pangkalan.

"Mobil agen mempunyai pelang agen. Apabila melihat ada mobil yang membawa gas tidak mempunyai pelang agen harus ditindak karena melanggar dan disidak secara langsung," ujarnya.

Nanti akan didata kembali jangan sampai di desa ada dua pangkalan, diharapkan SPBE di daerah tetangga tidak mengambil gas dari daerah sekitarnya.

Untuk menjadi pangkalan dan agen tidak harus menyetor uang atau modal, apabila menggunakan uang pihak agen dan pangkalan akan berusaha untuk mengembalikan modalnya, maka hal ini dapat menimbulkan masalah.

"Setiap kafe dan pabrik harus dicek karena mereka tidak berhak, yang berhak adalah masyarakat miskin," ujarnya.

Baca juga: Palembang Zona Kuning, Dinkes Ingatkan Masyarakat Terapkan Prokes dan Harus Vaksin

Pertamina memberikan over tidak ditanggung oleh negara, maka pihak Pertamina tidak memberikan over akan tetapi sesuai dengan kuota.

Pihak Pertamina selalu sinergitas dengan pemerintah maupun Polres sekaligus memeroses dan memantau, apabila ada pihak agen atau pangkalan yang bermasalah.

Pihak agen menyampaikan, memang ada penumpukan pangkalan tetapi dilihat juga jumlah penduduk di wilayah itu banyak atau tidak. Harus ada tata ulang untuk memperkecil selisih harga antara daerah tetangga dengan harapan perbedaannya tidak terlalu mencolok.

Pihak pangkalan menyebutkan terjadinya kelangkaan gas karena ada konsumen yang beda kelurahan membeli gas di pangkalan lainnya sehingga gas cepat habis. “Kami bingung apabila tidak dikasih, masyarakat akan menuntut,” ujarnya. 

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved