Breaking News:

Berita Empat Lawang

Sungai Unik 'Ayek Bayau' di Empat Lawang, Konon Dipercaya Bisa Sembuhkan Penyakit Kulit

Ada yang percaya Ayek Bayau bisa menyembuhkan kudis dan gatal-gatal, cukup dengan mandi dan berendam di sini tapi jangan diminum.

Penulis: Sahri Romadhon | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/SAHRI ROMADHON
Sungai Bayau atau Ayek Bayau dengan warna air kekuningan (kiri) bertemu dengan Sungai Lintang di Desa Manggilan, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG - Kabupaten Empat Lawang memiliki banyak sungai mulai dari sungai-sungai kecil hingga sungai besar.

Jumlahnya ada puluhan yang terbesar diantaranya yakni Sungai Lintang, Sungai Musi, Sungai Bayau, Sungai Deghas juga Sungai Pinang

Sungai-sungai tersebut semuanya bertemu dan mengalir ke Sungai Musi yang ada di Kota Palembang, pusat pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan.

Adapun masyarakat lokal biasa menyebut sungai dengan sebutan ayek (air) dan mayoritas sungai di Kabupaten Empat Lawang masih dalam keadaan bersih dan terjaga.

Sungai-sungai di Kabupaten Empat Lawang memiliki cerita dan keunikan tersendiri, seperti Sungai Musi yang dulu pernah digunakan sebagai jalur perdagangan masyarakat Empat Lawang ke Kota Palembang.

Selain itu ada satu sungai di Kabupaten Empat Lawang memiliki keunikan tersendiri dimana sungai ini memiliki air dengan warna kuning cerah serupa dengan air teh.

Sungai Bayau atau Ayek Bayau tidak memiliki biota atau kehidupan sama sekali karena memang sungai mengandung belerang yang berasal dari Gunung Dempo.

"Kalau ikan kita lepaskan di Ayek Bayau akan mabuk dan ujung-ujungya pasti mati," Kata Heri warga Desa Manggilan, Rabu (15/09/2021).

Selain itu jika dirasakan pada mulut maka airnya akan terasa pahit dan perih di mata, tidak hanya sampai di situ air sungai ini juga dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kulit.

"Ada yang percaya Ayek Bayau bisa menyembuhkan kudis dan gatal-gatal, cukup dengan mandi dan berendam di sini tapi jangan diminum," Tambahnya.

Sungai Bayau atau Ayek Bayau mengalir dari hutan yang ada di Gunung Dempo, Kota Pagar Alam hingga akhirnya bermuara dan bertemu dengan aliran Sungai Lintang di Desa Manggilan, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang.

Banyak juga warga lokal yang memanfaatkan batu dan pasir di sungai ini sebagai bahan bangunan karena memiliki kualitas yang sangat baik. Batu dan pasir yang berasal dari Ayek Bayau memiliki warna kuning cerah.

"Harganya jualnya memang sama jika dibandingkan dengan pasir sungai lainnya akan tetapi memiliki kulaitas yang lebih baik karena kadar tanahnya sangat sedikit," kata Yeri, seorang penambang pasir di Sungai Bayau.

Baca juga: Dua Buronan Perampok Lukai Korban di BKB Susul Rekan ke Penjara, Buron 5 Bulan Sejak April 2021

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved