Breaking News:

Oknum Pengajar Ponpes Cabuli Santri

Polda Sumsel Buka Posko Pengaduan Korban Asusila Oknum Pengurus Ponpes di Ogan Ilir

Polisi masih terus mendalami kasus pedofilia yang dilakukan seorang oknum pengurus sekaligus pengajar di salah satu pondok pesantren

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA ANGGRAINI
Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Polisi masih terus mendalami kasus pedofilia yang dilakukan seorang oknum pengurus sekaligus pengajar di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Ogan Ilir Sumsel. 

JN (22) diduga sudah melakukan tindakan asusila terhadap 12 santri laki-laki yang tak lain muridnya. 

Diduga masih ada korban lain dari perbuatan pelaku. 

"Jumlah itu berdasarkan penyelidikan awal. Saat ini tim masih bergerak mengungkap apakah masih ada korban lain perbuatan JN," ujar Dirkrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan, Rabu (15/9/2021). 

Saat ini Polda Sumsel sudah membuka posko pengaduan bagi siapapun yang merasa sudah menjadi korban atas tindakan asusila dari JN. 

Hisar mengimbau korban maupun santri jangan ragu untuk memberikan laporan demi mengungkap jelas kasus ini hingga ke akar. 

"Kami sangat mengimbau, orang tua yang ingin mengadukan apabila mengetahui atau mencurigai anaknya ikut menjadi korban supaya jangan takut untuk melapor. Tenang saja, kami jamin identitas dari seluruh korban akan dilindungi," tuturnya. 

Hisar menyebut, posko tersebut sudah dibuka sejak 13 September 2021 tepatnya disaat hari pertama kasus ini dilaporkan. 

Sejak saat itu laporan tindakan asusila yang dilakukan JN terus mengalir. 

"Proses diketahuinya korban ada 12 orang tidak serta merta. Jadi sejak hari pertama laporan diterima, korbannya bertambah jadi 6, terus bertambah lagi sampai kemarin ada 12 korban," ujarnya. 

"Hari ini ada salah satu juga yang kita tunggu disatu tempat untuk mengantar anaknya. Nanti kita assesment apakah anaknya betul-betul menjadi korban dari perbuatan pelaku," katanya menambahkan. 

Selanjutnya Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Sumsel akan bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait seperti Dinas Sosial beserta lembaga maupun LSM perlindungan anak. 

Seluruh korban bakal mendapat pendampingan psikologi atas apa yang sudah mereka alami. 

"Ya sesegera munging bisa kita treatment kemudian memberikan perlakuan khusus untuk healing (penyembuhan) dari trauma yang mereka alami," ujarnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved