Breaking News:

Berita Prabumulih

Walikota Prabumulih Ridho Yahya Sesalkan Ada Warga Tercatat Positif Corona Selama 6 Bulan

Walikota Prabumulih Ridho Yahya menyesalkan minimnya koordinasi antara tenaga medis dan Pemkot sehingga datapasien terkonfirmasi Covid tidak update.

Penulis: Edison | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EDO PRAMADI
Walikota Prabumulih H Ridho Yahya ketika memberi arahan untuk pembangunan gedung PCR di RSUD Prabumulih. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM menyesalkan minimnya koordinasi antara tenaga medis khususnya dokter di kota nanas tersebut dengan Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Prabumulih yang mengakibatkan data pasien terkonfirmasi Covid 19  tidak update, bahkan ada warga tercatat selama enam bulan lebih positif virus corona.

"Kita undang dokter-dokter karena tentang data ada sebagian dokter langsung mengatakan positif dan mengirim pasien tanpa koordinasi dengan dinkes, yang menyakitkan kita mereka menyatakan positif tanpa menyatakan negatif lagi," ungkap Ridho kepada wartawan.

Tidak adanya tindak lanjut pantauan tersebut membuat data pasien masih terus terkonfirmasi positif padahal sudah 3 bulan bahkan ada yang sudah satu tahun. "Yang menyakitkan itu tidak dipantau lagi, apa sudah meninggal atau sudah sembuh makanya ada data sudah satu tahun masih positif corona padahal data tidak ada koordinasi," jelasnya.

Untuk itu Suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu itu mengimbau kepada tenaga medis khususnya dokter yang menyatakan pasien terkonfirmasi positif Covid 19 agar memantau perkembangannya sehingga ketahuan apakah sudah sembuh, makin parah atau bahkan sudah meninggal.

"Jangan bisa menyatakan positif saja tapi pantau apakah sembuh atau tidak, kalau sudah sembuh maka laporkan dan tulis sehingga data di pusat itu hilang. Timbulnya data kita aneh, ada yang enam bulan belum hilang apakah sembuh atau tidak," bebernya.

Baca juga: Viral Keributan Warga dengan Petugas Disdukcapil Palembang Saat Urus KTP, Ini Tanggapan Kepala Dinas

Ridho mengaku pihaknya mengundang dokter-dokter lantaran ada informasi jika dikter bisa mengakses langsung ke pusat sehingga harus menyeragamkan. "Kalau gedung PCR kita sudah selesai nanti mungkin kita bisa satu pintu, tapi sekarang presiden juga sudah menghimbau agar bersahabat dengan corona jadi mungkin tidak ada guna lagi," katanya.

Walikota Prabumulih dua periode itu juga meminta kepada masyarakat yang dinyatakan positif agar kembali memeriksa ulang setelah dinyatakan positif.

"Jangan sudah dinyatakan positif tidak mau tes lagi tapi tes apakah masih positif atau sudah negatif. Semestinya juga para dokter yang menyatakan positif pro aktif pantau pasien itu, cari rumahnya dan tes lagi perkembangannya apakah masih positif atau tidak karena warga itu takut tes lagi dan timbulnya data positif tidak hilang-hilang," tambahnya. 

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved