Breaking News:

Berita Musi Rawas

Ratusan Karung Pupuk Palsu Beredar di Musi Rawas, Tak Larut Dicampur Air, Polres Amankan 3 Pelaku

Sedikitnya 260 sak atau karung pupuk palsu diperkirakan telah beredar di sejumlah wilayah di Musi Rawas.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/AHMAD FAROZI
Kapolres Musi Rawas AKBP Efrannedy didampingi jajarannya merilis kasus penangkapan tiga tersangka pengedar pupuk palsu diwilayah Kabupaten Musi Rawas, Selasa (14/9/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS - Sedikitnya 260 sak atau karung pupuk palsu diperkirakan telah beredar di sejumlah wilayah di Musi Rawas.

Peredaran pupuk ini meliputi Kecamatan Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Terawas, Selangit, Megang Sakti dan Kecamatan Tugumulyo.

Terungkapnya peredaran pupuk palsu ini setelah Tim Landak Satreskrim Polres Musi Rawas menangkap tiga orang pelaku pengedar pupuk palsu di Musi Rawas asal Propinsi Jawa Timur. Para pelaku adalah Sumari (46) warga Dusun Ngeblek Desa Mojosari Kecamatan Kepuh Baru Kabupaten Bojonegoro Jatim. Kemudian Nurul Hadi (46) warga Desa Woro Kecamatan Kepuh Baru Kabupaten Bojonegoro Jatim dan Nuryasin (31) warga Desa Jegrek Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan Jatim.

Kapolres Musi Rawas AKBP Efrannedy didampingi Kasat Reskrim AKP Alex Andriyan saat rilis pers, Selasa (14/9/2021) mengungkapkan, penangkapan para pelaku pengedar pupuk palsu ini berawal dari laporan masyarakat di wilayah Desa Sukamana Kecamatan STL Ulu Terawas pada 2 Septembwr 2021, yang sudah membeli pupuk tersebut. Dimana pupuk yang dibeli adalah jenis NPK merek Mutiara.

Berdasarkan informasi tersebut, anggota Satreskrim Polres Musi Rawas melakukan penyelidikan. Selanjutnya diamankan satu unit kendaraan jenis pikap Grand Max nomor polisi S-9219 D, yang bermuatan pupuk NPK Mutiara diduga palsu sebanyak 28 karung ukuran 50 kg. Diketahui yang mengedarkan pupuk diduga palsu merk NPK Mutiara tersebut bernama Nurul Hadi dan Nuryasin.

Setelah dilakukan tes awal terhadap pupuk yang diedarkan tersebut, dengan mencampurkan kedalam gelas yang diisi air, dengan disaksikan oleh kedua diduga pelaku tersebut dan diketahui barang tersebut tidak larut dalam air.

Kedua pelaku kemudian mengakui bahwa pupuk yang dijualnya tersebut palsu. Mereka kemudian menyebutkan tempat gudang penyimpanan pupuk di Kelurahan Lubuk Kupang Kecamatan Lubuklinggau Selatan Kota Lubuklinggau. Setelah didatangi, dalam gudang itu masih tersimpan 325 karung pupuk palsu merek NPK Mutiara.

Baca juga: 3 Satker Polrestabes Palembang Terima Penghargaan dari Wartawan, Sukses Ungkap Kasus Kriminal

Di gudang penyimpanan yang berbentuk ruko tersebut didapati seorang selaku penanggung jawab (yang menyuruh mengedarkan pupuk diduga palsu) atas nama Sumari. Dari ketetangan Sumari, ada lokasi penyimpanan lain yang terletak di Desa Pedang Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas. Dilokasi ini terdapat sebanyak 347 karung. Sehingga total barang bukti dari dua lokasi gudang berupa pupuk NPK diduga palsu tersebut sebanyak 700 karung.

Dari keterangan ketiga tersangka diketahui harga pupuk NPK Mutiara tersebut dibeli oleh Sumari seharga Rp 60 ribu per sak/karung ukuran 50 kg. Dan ongkos kirimnya dari Jawa Timur Rp 40 ribu per sak. Selanjutnya setelah tiba di Lubuklinggau, Sumari menjual pupuk tersebut kepada Nurul Hadi dan Nuryasin seharga Rp 200 ribu per sak. Dan Nurul Hadi dan Nuryasin mengedarkan atau menjualnya kepada petani seharga Rp 250 ribu - 350 ribu per sak. Adapun pupuk palsu yang sudah diedarkan sekitar 260 sak diwilayah Kecamatan STL Ulu Terawas, Selangit, Megang Sakti dan Tugumulyo. (sp/ahmad farozi)

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved