Breaking News:

Berita PALI

Perut Diinjak dan Ditenggelamkan, Balita Tewas Jadi Pelampiasan Cemburu Buta Ayah Tiri di PALI

Anton pelaku penganiayaan Korban anak tirinya Niko (1 Bulan) hingga tewas lalu ditinggalkan disebuah rumah kosong di PALI menjalani reka ulang.

Editor: Yohanes Tri Nugroho
SRIPOKU/REIGAN
Antoni (27), warga Tebing Atmojo, Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tega menghabisi nyawa anak tirinya Niko (1,8 Tahun) menjalani reka ulang,Selasa (14/9/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI - Antoni (27), warga Tebing Atmojo, Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tega menghabisi nyawa anak tirinya Niko (1,8 Tahun) dengan sadis, hanya gara-gara cemburu buta menuduh istrinya berselingkuh.

Cara sadis tersebut terlihat saat tersangka Anton memperagakan 17 adegan yang digelar Polsek Talang Ubi disaksikan Kejaksaan Negeri kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Selasa (14/9/2021). 

Pada adegan ke empat, Anton menginjak perut korban hingga korban susah bernapas. 

Tidak hanya disitu, pada adegan ke lima Antoni juga menyelupkan kepala korban ke sungai dengan posisi kaki diatas hingga korban meninggal dunia. 

Pada reka ulang itu, sempat terjadi ketegangan antara pihak keluarga korban dan nyaris menghakimi tersangka. 

Tapi penjagaan personil Polsek Talang Ubi yang cukup ketat bisa menenangkan proses rekonstruksi kasus yang sempat menggemparkan warga Desa Semangus, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI beberapa waktu lalu. 

Kapolres PALI, AKBP Rizal Agus Triadi melalui Kapolsek Talang Ubi, Kompol Alpian Nasution melalui Kanit Reskrim, Ipda Arzuan mengatakan, tersangka dijerat Pasal 340 KUHP dan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman kurungan penjara seumur hidup. 

"Ada 17 adegan dalam reka ulang kasus pembunuhan dengan korbannya anak tiri dari tersangka usia 1,8 tahun. Tersangka kabur ke Tangerang setelah mengetahui korban meninggal. Korban ditinggalkan disebuah rumah kosong di wilayah Desa Benakat Minyak bersama kakak perempuan korban yang masih berusia 4  tahun," terang Arzuan, Selasa.

Sementara itu dari Kejari  PALI, Desty Puspita Sari mengatakan, pihaknya masih menunggu berkas dari penyidik terkait kasus pembunuhan anak dengan pelaku bapak tirinya. 

"Kasus ini masih dalam penyelidikan, berkasnya masih disusun penyidik. Jadi kita masih menunggu," kata Desty. 

Sedangkan Paiman, kakek korban setelah melihat reka ulang geram dan meminta penegak hukum untuk memberikan ganjaran kepada pelaku dengan hukuman seberat-beratnya. 

"Kelakuan Antoni bukan lagi biadab tapi lebih dari binatang. Tega menghabisi anak kecil. Hukumlah seberat-beratnya. Kami dari keluarga korban tidak terima," ucapnya.

Sebelumnya diketahui bahwa beberapa waktu lalu salah satu warga Desa Benakat Minyak menemukan jasad anak kecil berusia lebih kurang satu tahun beserta satu anak usia sekitar empat tahun yang tiada lain kakak dari jasad tak bernyawa itu di sebuah rumah kosong di wilayah desa itu, Tim Elang terus melakukan penyelidikan penyebab kematian anak tersebut dan memburu pelakunya. 

Baca juga: Diduga Selewengkan Dana Desa, Kades Muara Payang OKU Selatan Ditahan Kejari

Hingga akhirnya pada Sabtu (4/9/2021), Tim Elang unit Reskrim Polsek Talang Ubi berhasil membekuk pelakunya yang rupanya ayah tiri dari korban tersebut. 

Dalam memburu tersangka, Tim Elang harus menyebarang ke pulau jawa lantaran teraangka setelah menghabisi nyawa anak tirinya langsung kabur ke Tangerang provinsi Banten.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved