Breaking News:

Berita OKU Selatan

Diduga Selewengkan Dana Desa, Kades Muara Payang OKU Selatan Ditahan Kejari

Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), resmi menahan YA Kepala Desa Muara Payang  Kecamatan Kisam tinggi Kabupaten OKU Selatan.

Editor: Yohanes Tri Nugroho
SRIPOKU/ALAN
YA Kades Muara Payang dibawa ke Kalapan Kelas II B Muaradua terkait kasus dugaan korupsi dana desa, Selasa (14/9/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA--Penegak Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), resmi menahan YA Kepala Desa Muara Payang  Kecamatan Kisam tinggi Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) sejak kemaren, Selasa (14/9/2021).

Kajari telah menetapkan YA sebagai tersangka dalam perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Keuangan Dana Desa (DD) Muara Payang tahun 2017, 2018 dan 2019 dan terbukti melakukan penyelewengan Dana Desa yang mengakibatkan kerugian Negara total mencapai RP 699.307.536,74.

Sementara ini, untuk memudahkan proses hukum penyidikan Oknum Kades YA dititipkan di Lembaga Kemasyarakatan kelas II B Muaradua.

“Untuk YA ini sendiri Sudah kita tetapkan status tersangka. kita lakukan penahanan selama 20 hari kedepan di Lapas (lembaga Pemasyarakatan) Kelas II B Muaradua per hari ini,” Kata Kepala Kejaksaan Negeri OKU Selatan Kusri SH, Selasa (14/9/2021).

Diungkapkannya, YA ditahan perkara dugaan banyaknya penyelewengan pengerjaan proyek pembangunan di Desa.

Tindak lanjut dari laporan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) dalam hasil penyelidikan lebih kurang 1 tahun terakhir.

“Ada beberapa proyek, seperti pembangunan bronjong penahan, termasuk pengadaan baju seragam dinas perangkat desa,dan banyak sekali,”jelasnya.

Dikatakannya dalam pengelolaan dana desa sepanjang hampir tiga tahun tersebut ditemukan sejumlah kejanggalan seperti halnya melakukan pengelolaan dana desa tanpa melibatkan PTPKD/PPKD.

Selain itu lanjutnya penggunaan dana desa tidak sesuai peruntukan yang dituangkan didalam APBDes maupun RAB Kegiatan dan terbukti merekayasa dokumen SPJ Dana Desa yang dibuat seolah-olah telah sesuai dengan peruntukannya. 

"Kalau dari hasil penyidikan sementara. YA ini pemain tunggal. Jadi untuk tersangka sejauh ini kita tetapkan satu orang. Tetapi tunggu hasil penyidikan kedepan,” jelasnya.

Baca juga: Kronologi Pemalsuan Surat Hasil Swab Antigen di OKU Selatan, Komplotan Tersangka Diamankan Polisi

Sedangkan kasi Intel Kejaksaan OKUS Gusti Agus Ngurah Mahardika menambahkan, jika tersangka YA sebenarnya sudah dilakukan pemeriksaan dalam waktu beberapa kebelakang melalui tahapan prosedur Rapid Tes Antigen sebelum di serahkan ke Lapas Kelas II Muradua.

“Kendala lain juga, yang sempat memakan waktu dalam prosesnya ini saat pemeriksaan data di BPKP. Menghitung total total dana yang digunakan, setelah itu baru kita bisa lakuka proses-proses penyidikan yang lain, timpalnya. (SP/ALAN)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved