Breaking News:

Di Palembang, Oknum ASN dan Honorer Jadi Otak Pencurian Kulkas di Kantor

Kepolisian Sektor Ilir Timur I, Palembang berhasil menangkap satu dari dua oknum ASN yang bertugas di lingkup Pemerintah Provinsi Sumsel. 

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Prawira Maulana
RACHMAD
Tersangka pencurian kulkas, Teddy seorang pegawai honorer saat diamankan Polsek IT I 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kepolisian Sektor Ilir Timur I, Palembang berhasil menangkap satu dari dua oknum ASN yang bertugas di lingkup Pemerintah Provinsi Sumsel. 

Dua tersangka adalah Teddy Saputra seorang pegawai honorer dan Hopin Nuzul Asdain alias Opin (DPO) yang seorang ASN. 

Oknum honorer Teddy Saputra ditangkap karena mencuri satu unit lemari es merk Polytron dari Kantor Biro Umum dan Perlengkapan Setda Provinsi Sumsel, tempatnya bekerja. 

Kejadian tersebut diketahui dilakukan tersangka pada Rabu (6/9) sekitar pukul 15:00 WIB.

Dari tangan tersangka, Polsek IT I menyita barang bukti (BB) hasil kejahatan berupa satu unit Showcase (lemari es) merek Polytron, dan satu unit mobil Suzuki Carry Pick Up yang digunakan untuk mengangkut hasil kejahatan yang disewa kedua tersangka. 

Kapolsek IT I, AKP Ginanjar Aliya Sukmana, didampingi Waka Polsek Iptu Marselinus Pati dan Kanit Reskrim Iptu Ghofur Asyari mengatakan pelaku pencurian di kantor pemerintah provinsi sudah ditangkap. 

"Kami tangkap tersangka ini Minggu malam. Keduanya kerjasama dalam pencurian sebuah lemari es. Yang kami tangkap ini statusnya honorer sementara DPO yang masih dikejar adalah ASN yang masih aktif, " kata AKP Ginanjar, saat rilis di Polsek IT I, Senin (13/9/2021). 

Modus kejahatan yang dilakukan kedua tersangka yakni dengan menggunakan finger print yang memudahkan akses bagi kedua tersangka. 

Tersangka Teddy berperan sebagai pengawas situasi. 

"Pelaku Opin (DPO) yang bisa membuka pintu melalui finger print dirinya, sedangkan pelaku Teddy mengawasi situasi. Mereka mengaku pada penjaga di sana bahwa lemari es ini milik mereka, dan akan dibawa keluar kantor," jelas dia. 

Pelaku akan dijerat dengan pasal 363 KUHP dan total kerugian yang dialami korban senilai Rp 3,5 juta.

Sedangkan, dari keterangan tersangka Teddy, ia dan Opin menjual kulkas tersebut seharga Rp 1,5 juta. 

"Uangnya kami bagi dua. Saya cuma dapat jatah Rp 400 ribu, uangnya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari saja, " kata Teddy. 

Ia mengaku tersangka Opin lah yang mengajak mencuri lemari es dari Kantor
Biro Umum dan Perlengkapan Setda Provinsi Sumsel. 

"Kejadiannya pagi, Opin yang ajak mengambil kulkas saat kantor lagi sepi," katanya. 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved