Berita Nasional

Rokok Disebut Menjadi Penyumbang Kemiskinan Terbesar Kedua di Indonesia

Karena itulah, Ekonom Senior Universitas Indonesia Faisal Basri mengatakan rokok menjadi penyumbang terbesar kedua pada garis kemiskinan di Indonesia.

Tayang:
Editor: Slamet Teguh
IMPERIAL COLLEGE
Ilustrasi Rokok 

TRIBUNSUMSEL.COM - Indonesia merupakan negara sebagai penghasil tembakau.

Dan sebagian masyarakat di Indonesia ialah perokok.

Karena itulah, Ekonom Senior Universitas Indonesia Faisal Basri mengatakan rokok menjadi penyumbang terbesar kedua pada garis kemiskinan di Indonesia.

“Pengeluaran terbesar di kota maupun desa adalah untuk rokok kretek filter. Jadi di desa itu ada datanya, 12% di kota itu garis kemiskinan ditentukan rokok setelah beras. Kalau di desa ini 10%. Orang miskin itu sering kali berhalusinasi lewat rokok, sehingga mitos ini juga yang harus diselesaikan,” ujar Faisal dalam diskusi virtual bersama AJI, Kamis (2/9).

Baca juga: Sambil Berurai Air Mata, Susi Ceritakan Rumahnya Roboh Disapu Angin Ribut

Baca juga: Covid-19 Disebut Bisa Picu Masalah Ginjal Meski Pada Pasien Tanpa Gejala, Waspada saat Isoman

Faisal mengatakan, masyarakat kebanyakan lebih mementingkan untuk membeli rokok ketimbang membeli bahan pokok makanan sehari-hari seperti telur, ayam ras, dan makanan pokok penunjang lainnya.

Selain itu, rokok juga seringkali dinilai menjadi kebutuhan yang sangat penting, sehingga penyelesaian rokok tersebut harus segera diselesaikan oleh pemerintah, utamanya Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan on-Governmental Organization atau NGO, sehingga dapat mengedukasi masyarakat bahwa betapa rokok dapat menyebabkan kemiskinan.

“Kebijakan cukai untuk pengendalian ini kan dilakukan oleh Kementerian Keuangan. Namun ini tidak bisa semata-mata menjadi acuan untuk pengendalian konsumsi rokok,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Faisal Basri: Rokok Jadi Penyumbang Terbesar Kedua Kemiskinan di Indonesia.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved