Berita Lahat

Zia Senang Bisa Ketemu Langsung Teman juga Ibu Bapak Guru, Hari Pertama PTM di Lahat

Zia senang bisa ketemu langsung dengan teman juga ibu dan bapak guru. Zia adalah salah satu siswa SD di Lahat yang hari ini mulai mengikuti PTM.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/EHDI AMIN
Siswa SD 19 Percontohan Lahat menerapkan Prokes Ketat di hari pertama proses PTM, Senin (30/8/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT - Zia senang bisa ketemu langsung dengan teman juga ibu dan bapak guru. Zia adalah salah satu siswa di Sekolah Dasar (SD) di Lahat yang hari ini, Senin (30/8/2021) mulai mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM).

Sejumlah ruas jalan di dalam Kota Lahat kembali diramaikan siswa berseragam putih merah (siswa SD). Pemandangan ini menandai dimulainya proses belajar mengajar tatap muka setelah satu tahun lebih tidak digelar dampak pandemi Covid 19.

Siswa yang melintasi sejumlah jalan seperti di ruas jalan Kolonel Barlian, Jalan Mayor Ruslan, Jalan Bhayangkara dan beberapa ruas jalan lainya. Terlihat siswa ada yang berjalan kaki, berboncengan dengan orang tuanya menggunakan sepeda motor dan ada juga menggunakan kendaraan roda empat.

Senyum bahagia terpancar di wajah para siswa. Meski terdapat pembatasan namun semangat siswa agar dapat mengikuti proses belajar tatap muka sangat tinggi.

Salah satunya di SD Negari 19 Percontohan Lahat. Siswa masuk ke dalam lingkungan sekolah. Para guru pun kemudian menyambut para generasi bangsa ini seraya mengarahkan agar siswa yang baru tiba mencuci tangan menggunakan sabun yang sudah disediakan pihak sekolah. Siswa juga diperiksa suhu tubuh.

"Senang nian hari ini kami masuk sekolah lagi. Bisa belajar dan ketemu langsung sama bu guru dan pak guru. Ketemu teman teman. Ya semoga sekolahnya gak libur terus dan semoga corona segera pergi," sampai zia, siswi SD di Lahat, saat dibincangi, Senin (30/8/2021).

Ketua FKKS Lahat, Sies Harahap SPd membenarkan jika hari ini (Senin, 30/8/2021) mulai digelar proses belajar mengajar di kalangan Sekolah Dasar. Meski demikian, proses dilakukan dengan sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Hal tersebut, juga sejalan dengan surat edaran Bupati Lahat tanggal 26 Agustus 2021 tentang pelaksanaan pembelajaran tatap muka selama pandemi Covid-19 di Kabupaten Lahat. Menurutnya, proses belajar mengajar akan dibarengi dengan prokol kesehatan yang ketat yakni siswa wajib menggunakan masker dengan benar dan jika masker kain harus tiga lapis.

"Kemudian siswa dilarang saling meminjam peralatan belajar seperti pena atau pensil. Apabila siswa terindikasi positif covid 19 siswa tidak diperkenankan mengikuti proses belajar di sekolah,"sampainya.

Dilanjutkanya, bagi satuan pendidikan yang melakukan PTM terbatas, dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen, kecuali PAUD maksimal 33 persen dengan jaga jarak minimal 1.5 meter maskimal 5 meter peserta didik perkelas. "Ada juga yang diatur oleh satuan pendidikan masing masing. Misalnya soal jam masuk ada yang pagi dan siang secara bergantian. Ada juga perdua hari masuk. Misalnya Senin-Selasa tuk kelas 1 dan 2. Itu tergantung jumlah siswa dan jumlah ruang kelas yang pasti harus Prokes, "tegas Sies, yang juga kepala SD Negeri 28 ini.

Ditambahkanya, Pemda Lahat, Kemenag Kabupaten Lahat dapat memberhentikan PTM terbatas di satuan pendidikan dan melakukan belajar dari rumah apabila terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di satuan pendidikan atau wilayah zona merah.
Untuk surat edaran tersebut mulai berlaku tanggal 30 Agustus 2021 sampai ketentuan lebih lanjut.

Terpisah, Ketua MKKS SMA Kabupaten Lahat, Baslini MPd, menarangkan untuk siswa Sekolah Menangah Atas (SMA) di Kabupaten Lahat, baru akn digelar, Selasa (31/8/2021). Menurutnya, hari ini (Senin, 30/8/2021) sejumlah sekolah masih melakukan persiapan. Bahkan, untuk SMA Negeri 4 yang ia Pimpin (Kepala Sekolah, red) baru akan memulai proses belajar mengajar pada, Rabu (1/9/2021).

"Ya selain persiapan, mengatur jadwal, kebersihan dan penyemprotan sebelum KMB terbatas untuk SMA 4 sendiri karena siswa datang dari berbagai desa dan daearah dan tinggal diasrama. Jadi butuh waktu dua hari bagi siswa untuk datang ke sekolah,"sampainya.

Baslini sendiri menegaskan proses belajar mengajar terbatas yang akan digelar dipastikan dengan prokes ketat dan pembatasan jumlah siswa. Dalam satu hari akan ada dua sesi siswa yang mengikuti proses belajar sehingga dibawah 50 persen dan memenuhi kapasitas ruangan.

Baca juga: Ujicoba PTM di Pagaralam, Banyak Siswa Pakai Seragam Kekecilan

Berbeda dengan Yayasan Tarakanita Santo Yosef Lahat. Dibawah Yayasan Tarakanita mulai dari TK, SD, SMP dan SMA belum akan menggelar belajar tatap muka. Untuk TK dan SD masih akan menggunakan sistem daring. Sementara, untuk siswa SMP dan SMA akan dilaksanakan jika semua siswa sudah dilakukan vaksin. Kepala Sekolah SMA Santo Yosef Tri Waedono, MPd melalui HRD, Hery Susilo, SAg MM, mengatakan terkait belum digelarnya PTM lantaran pihaknya tidak ingin gehabah. Pihaknya akan terlebih dahulu mempersiapkan dan memastikan sekolah dengan baik, Prokes maupun sapras.

"Ya memang payung hukumnya sudah ada semua, jika membolehkan belajar tatap muka. Tapi kami akan mempersiapkan diri dulu meminta ketegasan melalui surat persetujuan walu murid apakah ikut offline atau online karena kita akan membuka kelas hybrid perpaduan online dan offline,"sampainya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved