Berita Lubuklinggau

Kecelakaan Maut di Lubuklinggau: Tabrak Lari, Kakek Ruslan Terseret 10 Meter Lalu Meninggal

Kecelakaan maut terjadi di JL Sultan Mahmud Badaruddin II, RT 01 Kelurahan Marga Mulia, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Prawira Maulana
Eko Hepronis / Tribunsumsel
Anggota Satlantas Polres Lubuklinggau saat menunjukkan lokasi kecelakaan maut di JL Sultan Mahmud Badaruddin II, RT 01 Kelurahan Marga Mulia, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Rabu (26/7/2021) sekira  pukul 05.30 WIB. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Kecelakaan maut terjadi di JL Sultan Mahmud Badaruddin II, RT 01 Kelurahan Marga Mulia, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Rabu (26/8/2021) sekira  pukul 05.30 WIB.

Dalam kecelakaan ini Ruslan warga RT 01, Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II tewas mengenaskan.

Kakek berusia 68 tahun ini tewas setelah ditabrak orang tak dikenal saat keluar dari lorong Jl Kutilang ketika hendak menyebrang jalan.

Dalam peristiwa ini, Ruslan tewas dengan kondisi kaki patah dan luka berat di kepala. Mirisnya ia sempat terseret sejauh 10 meter sebelum meninggal dunia.

Muhammad Eza Fadilah (18) seorang saksi mata menuturkan peristiwa tabrak lari tersebut terjadi begitu cepat.

Ceritanya, ketika pristiwa itu terjadi Eza sapaannya sedang membawa bahan bubur ayam jualan ayahnya menuju warung depan.

Saat itu ia melihat korban keluar dari Jl Kutilang berjalan sambil ngesot, tidak lama berselang ketika dirinya sedang meletakkan bahan bubur ayam mendengar suara orang tertabrak.

"Saat dengar suara brak saya lihat bapak itu sudah diseret mobil, kemudian mobilnya sempat ngerem, lalu nabrak lagi kabur," ungkapnya Eza pada Tribunsumsel.com.

Spontan Eza langsung histeris memanggil bapaknya dan tak lama berselang warga sekitar langsung berhamburan keluar melihat siapa yang menjadi korban tabrak lari tersebut.

"Kami awalnya tidak berani dekat karena takut, dari jauh kakinya seperti patah kepalanya sudah darah semua, jadi tadi sempat gemetar karena takut," ujarnya.

Setelah kejadian korban sempat terkapar lama karena belum ada warga berani, akhirnya setelah datang pihak keluarga, warga dan keluarga membawanya ke Rumah Sakit Siti Aisyah.

"Lama dulu baru diangkut, karena ada keluarganya," ungkapnya.

Eza mengaku tidak mengetahui pasti jenis mobil yang menabrak korban, mengingat suasana masih gelap dan lampu penerangan jalan semuanya sudah padam.

"Tadi mobil pribadi warnanya jelas kelihatan jelas silver agak putih untuk jenisnya saya tidak tahu tapi mobil pribadi, dimana saat nabrak posisinya ngebut," ungkapnya.

Ditambah seusai menabrak korban, mobil langsung kabur melarikan diri, bahkan ketika korban sudah tidak berdaya si penabrak kembali menabraknya sambil kabur.

"Saya kira mau berhenti tapi bapaknya sudah terseret ditabraknya lagi sambil kabur," ujarnya.

Eza menuturkan korban memang setiap pagi selalu berjalan kedepan dan kadang mangkal di depan warungnya, bila sudah agak siang korban nyebrang jalan duduk sampai sore.

"Memang bapak itu struk jalannya bisa pincang-pincang, tapi tadi jalannya ngesot
kalau duduk depan warung kadang ada yang ngasih uang, sering minta-minta, kalau siang kadang di seberang," tambahnya.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono melalui Kasatlantas, Iptu Suwandi mengaku ketika mendapat informasi adanya kecelakaan langsung menuju lokasi.

"Kita sudah melakukan olah Tempat kejadian Perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi-saksi di lapangan, saat ini pelaku penabrakan masih dalam penyelidikan petugas Satlantas Polres Lubuklinggau," singkatnya. (Joy) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved