Breaking News:

Perempuan Dalam Islam

Bolehkah Perempuan Datang Haid Memegang dan Membaca Alquran,Kata Ulama Soal Amalan Saat Datang Bulan

Bolehkah perempuan datang haid memegang dan membaca Alquran untuk meraih keutamaan dan mendapatkan pahala. Berikut kata para ulama.

Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
GRAFIS TRIBUN SUMSEL/KHORIL
Ilustrasi Bolehkah perempuan datang haid memegang dan membaca Alquran. 

Pada umumnya, wanita haid mengetahui larangan-larangan ibadah, seperti tidak boleh shalat, puasa, thawaf, dan masuk ke masjid. Karenanya, banyak di antara mereka yang tidak melakukan melakukan apa pun kecuali hanya sekadar mengisi kekosongan waktu.

Sebenarnya, ketika haid datang, seorang perempuan dapat melakukan aktivitas ibadah sehingga tidak ada waktu yang terbuang untuk selalu dekat kepada Allah SWT. Sekalipun dalam kondisi haid, seorang perempuan boleh melakukan amal kebaikan dan beramal shaleh.

Haid tidak menghalangi seseorang untuk beribadah kepada Allah. Adanya larangan terhadap ibadah tertentu, bukan berarti wanita dianggap najis, tapi justru merupakan rahmat dan bentuk kasih sayang Allah SWT terhadap kaum perempuan.

Baca juga: Bolehkah Perempuan Haid Masuk Masjid, Ini Kata Ulama, Dan Cara Membedakan Darah Haid dan Istihadhah

Beberapa amalan yang bisa dikerjakan oleh para wanita haid di antaranya bersedekah, beramal kebajikan, mengulang hafalan
Al-Qur’an, berdoa, istighfar, dan berzikir. Amalan ini bisa dibilang cukup mudah, namun memiliki keutamaan yang luar
biasa.

Wanita haid sama halnya dengan yang lainnya, bisa terus mengumpulkan pundi-pundi pahala demi mencapai derajat
takwa dan meraih ridha Allah SWT.
1. Membaca Al-Quran tanpa menyentuh lembaran mushaf.
Boleh menyentuh ponsel atau tablet yang ada konten Al-Qurannya. Karena benda semacam ini tidak dihukumi
Al-Quran. Sehingga, bagi wanita haid yang ingin tetap menjaga rutinitas membaca Al-Quran, sementara dia tidak
memiliki hafalan, bisa menggunakan bantuan alat, komputer,
atau tablet atau semacamnya.
2. Berdzikir dan berdoa. Baik yang terkait waktu tertentu, misalnya doa setelah adzan, doa seusai makan, doa memakai baju atau doa hendak masuk WC, dll.

3. Membaca dzikir mutlak sebanyak mungkin, seperti memperbanyak tasbih (subhanallah), tahlil (la ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah), dan zikir lainnya. Ulama sepakat wanita haid atau orang junub boleh membaca dzikir. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 25881)

4. Belajar ilmu agama, seperti membaca membaca buku-buku islam. Sekalipun di sana ada kutipan ayat Al-Quran, namun para ulama sepakat itu tidak dihukumi sebagaimana Al-Quran, sehingga boleh disentuh.

5. Mendengarkan ceramah, bacaan Al-Quran atau semacamnya.

6. Bersedekah, infak, atau amal sosial keagamaan lainnya.

7. Menyampaikan kajian, sekalipun harus mengutip ayat Al-Quran. Karena dalam kondisi ini, dia sedang berdalil dan bukan membaca Al-Qur’an.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved