Breaking News:

Perempuan Dalam Islam

Bolehkah Perempuan Datang Haid Memegang dan Membaca Alquran,Kata Ulama Soal Amalan Saat Datang Bulan

Bolehkah perempuan datang haid memegang dan membaca Alquran untuk meraih keutamaan dan mendapatkan pahala. Berikut kata para ulama.

Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
GRAFIS TRIBUN SUMSEL/KHORIL
Ilustrasi Bolehkah perempuan datang haid memegang dan membaca Alquran. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Alquran adalah kitab suci dan pedoman hidup muslim. Alquran juga merupakan ladang pahala, membacanya memiliki keutamaan dan mendatangkan pahala berlimpah.

Namun, kaum perempuan umumnya setiap bulan memiliki uzur datang bulan atau menstruasi. Bolehkah perempuan datang haid memegang dan membaca Alquran untuk meraih keutamaan dan mendapatkan pahala. Berikut kata para ulama mengenai hukum wanita haid menyentuh dan membaca Alquran serta amalan yang bisa dikerjakan saat datang bulan seperti dikutip dari buku Haid dan Kesehatan Menurut Ajaran Islam yang disebarluaskan oleh Lembaga Permuliaan dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam buku disusun Dr Nonon Saribanon, MSi dan rekan yang diterbitkan Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional tahun 2016 ini memuat larangan-larangan bagi wanita haid juga amalan-amalan apa saja yang bisa dilakukan perempuan saat uzur menstruasi.

Hukum Perempuan Haid Menyentuh Alquran

Menjawab pertanyaan apakah boleh wanita haid menyentuh Alquran, ada beberapa pendapat dalam masalah ini. Asal perbedaan pendapat ini adalah perbedaan dalam menfsirkan firman Allah Ta’ala.

﴾ لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا ٱلْمُطَهَّرُونَ ﴿ ٩٧
"Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan"(QS. Al-Waqi’ah [56]: 79).

Para ahli tafsir menafsirkan ayat ini dengan beberapa pendapat:

1. Apabila kata ganti (dhamir) hu dalam kata la yamassuhu dalam ayat tersebut kembali pada Al-Qur’an yang ada di Lauhul Mahfuz, maka yang dimaksud hamba-hamba yang disucikan dalam ayat ini adalah malaikat. Maka, wanita haid boleh menyentuh Al-Qur’an yang ada di muka bumi.

2. Apabila kata ganti (dhamir) hu dalam kata la yamassuhu dalam ayat di atas kembali pada Al-Qur’an yang ada di bumi sekarang ini dan yang dimaksud dengan hamba-hamba yang disucikan adalah hamba-hamba yang suci dari hadats besar maka wanita haid tidak boleh menyentuh Al-Qur’an (mushaf) dan boleh menyentuh Al-Qur’an yang terjemahan atau ada tafsirmya.

3. Apabila kata ganti (dhamir) hu dalam kata la yamassuhu dalam ayat di atas kembali pada Al-Qur’an yang ada di bumi sekarang ini dan yang dimaksud dengan hamba-hamba yang disucikan adalah hamba-hamba yang suci dari hadats kecil maka wanita haid tidak boleh menyentuh Al-Qur’an begitu juga laki-laki atau wanita yang tidak berwudhu, tidak boleh menyentuh Al-Qur’an.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved