Breaking News:

Berita Muba

Camat Jirak Jaya MUBA Temui Calon Pengantin,Tegaskan Boleh Nikah Tapi Tidak Resepsi

Camat Jirak Jaya Yudi Suhendra turun langsung bersama Forkpimcam mengimbau masyarakay untuk tidak melakukan resepsi yang mengundang keramaian.

SRIPOKU/FAJERI
Camat Jirak Jaya Yudi Suhendra (masker putih) ketika melakukan sosialasi pada acara pernikahan untuk tidak melakukan resepsi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUBA- Calon pengantin (catin) yang akan melaksanakan resepesi di Bumi Serasan Sekate terpaksa mentiadakan acara resepsinya. Pasalanya Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kini terus berupaya menekan penyebaran Covid-19, dengan diberlakukanya pembatasan kegiatan masyarakat  (PPKM) level 4.

Sejumlah acara resepsi yang ada di Kabupten Muba seperti di Kecamatan Jirak Jaya telah diimbau untuk tidak dilaksanakan.

Camat Jirak Jaya Yudi Suhendra turun langsung bersama Forkpimcam mengimbau masyarakay untuk tidak melakukan resepsi yang mengundang keramaian.

“Ya, kemarin kita sudah turun langsung ke lokasi pada sejumlah tempat warga yang akan melakukan acara pernikahan. Kita mengimbau kepada tuan acara untuk tidak melakukan resepsi, sedangkan ijab kabul boleh dilaksanakan namun tetap dibatasi peserta yang hadir dan tetap menjaga protokol kesehatan,”kata Camat Jirak Jaya, Yudi Suhendra, Minggu (1/7/21).

Menurutnya, larangan mengumpulkan atau membuat keramaian saat ini tidak boleh dilakukan. Mengingat saat ini Kabupaten Muba sedang menerapkan PPKM level IV, sehingga kegiatan yang bersifat keramaian ditiadakan.

“Tidak hanya melakukan larangan resepsi pernikahan saja, warung makan dan kegaiatan pasar juga dibatasi guna menekan penyebaran Covid-19 di Kecamatan Jirak Jaya. Kita harap masyarakat senantiasa menjaga proktokol kesehatan dan kalau tidak ada kegiatan menedesak diusahakan di rumah saja,”ungkapnya.

Sementara itu, Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi, menyampaikan hal yang sama pihaknya akan menerjunkan tim yakni Satpol PP untuk memonitor hajatan yang ada. Sebelum melakukan hajatan pihaknya akan memberikan edukasi, jika bersifat keraiaman tentunya akan dilakukan pembubaran.

“Sesuai aturan PPKM level 4 kita akan menerjunkan tim memantau hajatan yang ada di Muba, jika tidak melakukan protokol kesehatan dan ramai kita akan mengambil tindakan tegas pembubaran. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Muba,”ungkapnya.

Selain itu tempat-tempat ibadah juga dilakukan pengawasan untuk tidka terlalu ramai.

“Bukan tidak boleh melaksanakan ibadah, kalau mau sholat dua dan tiga orang boleh dilakukan. Namun, jika penuh dan saaf dirapatkan tentu kita batasi, apalagi tidak memakai masker terpaksa kita berikan teguran keras karena tidak mematuhi,”tegasnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved