Breaking News:

Darurat Covid 19

Kisah Hariyadi Tak Bisa ke Bangka Karena Tak Miliki Sertifikat Vaksin, Padahal Anak Mau Operasi

Sang Anak Mau Operasi, Hariyadi dan Keluarga Tak Bisa ke Bangka Karena Tak Miliki Sertifikat Vaksin

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNSUMSEL.COM/ M. ARDIANSYAH
Sang Anak Mau Operasi, Hariyadi dan Keluarga Tak Bisa ke Bangka Karena Tak Miliki Sertifikat Vaksin 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Calon penumpang Hariyadi, sempat bingung untuk menyeberang lantaran tidak dapat menunjukan sertifikat vaksin saat di Pelabuhan Penyeberangan TAA Banyuasin.

Hariyadi bersama istrinya, mendesak harus pulang ke rumahnya di Bangka lantaran anaknya harus menjalani operasi. Sehingga, mau tidak mau ia harus segera pulang agar anaknya cepat dioperasi.

"Saya di Bangka kemarin, sempat terpapar dan isoman. Sudah sembuh, tetapi tidak diberikan bukti bila sudah sembuh Covid19. Kembali bekerja ke Palembang, ternyata dapat telepon dari orangtua bila anak saya harus operasi. Makanya, saya putuskan untuk kembali lagi ke Bangka. Tidak tahu, kalau harus tunjukan sertifikat vaksin," ungkapnya.

Bingung karena anaknya dikembalikan ke rumah, lantaran belum ada yang bisa menjamin bisa dilaksanakan operasi membuatnya pulang ke Bangka. Ia berharap, dengan ia dan istrinya pulang bisa segera mengambil tindakan agar anaknya bisa menjalani operasi. 

Namun, saat sampai di Pelabuhan Penyeberangan TAA Banyuasin ia diminta untuk menunjukan sertifikat vaksin. Tetapi, ia dan istrinya tidak dapat menunjukan sertifikat vaksin lantaran baru sembuh dari terpapar Covid19. 

Mau tidak mau, akhirnya ia menemui petugas di Pelabuhan Penyeberangan TAA Banyuasin. Ia menerangkan dengan berlandaskan surat pcr sebelum ia akan pulang ke Bangka. Dari penjelasannya ke petugas di Pelabuhan Penyeberangan TAA Banyuasin, membuat petugas mengambil keputusan untuk berkoordinasi dengan petugas di Bangka apakah bisa diseberangkan atau tidak.

Baca juga: Kasus Terpapar Covid-19 di Sumsel Masih Tinggi, Begini Penjelasan Lengkap Gubernur Herman Deru

Baca juga: Update Kondisi Kediaman Heriyanti Anak Bungsu Akidi Tio, Rumah 2 Lantai Gelap, Semua Lampu Padam

"Saya sudah mendatangi puskesmas tempat saya bekerja, tetapi kata pihak puskesmas disana tidak bisa vaksin karena baru sembuh dari terpapar. Jadi, saya melakukan PCR sebagai tanda bukti bila saya dan istri negatif. Tetapi, saat di pelabuhan ditanya sertifikasi vaksin dan saya jelaskan seperti itu," ungkapnya.

Dari hasil koordinasi yang dilakukan petugas di pelabuhan penyeberangan TAA Banyuasin, Hariyadi dan istri akhirnya boleh menyeberang. Namun, sebelum menyeberang ia juga harus mengisi surat pernyataan dan validasi data di pelabuhan.

"Ketika datang ke Palembang, di Bangka belum diberlakukan menunjukan sertifikat vaksin. Mau pulang ini, ternyata sudah diberlakukan. Saya dan istri tidak tahu, tetapi Alhamdulillah petugas di sini membantu saya dan istri hingga akhirnya bisa menyeberang," ungkapnya. 

Hariyadi dan istrinya, bisa menyeberang dengan menumpang kapal feri terakhir. Kapal Sentosa, merupakan kapal feri terakhir yang mengangkut penumpang. Karena, lewat dari pukul 16.00, maka kapal feri hanya akan mengangkut truk barang. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved