Menuju Herd Immunity
Kasus Terpapar Covid-19 di Sumsel Masih Tinggi, Begini Penjelasan Lengkap Gubernur Herman Deru
Gubernur Sumsel H Herman menjelaskan tentang kasus terpapar Covid-19 di Sumsel masih tinggi.
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL. COM, PALEMBANG - Masih tingginya kasus warga terpapar Covid-19 di Sumatra Selatan selama sepekan ini, dikatakan Gubernur Sumsel H Herman Deru akibat kesadaran masyarakat untuk melakukan testing.
Hingga saat ini saja, tercatat kasus positif Covid-19 mencapai 47.025 kasus di Sumsel.
"Kita memang masuk (tinggi) tapi bukan kita saja, banyak juga yang lain. Presiden sudah bilang perlandaian di Jawa tapi di luar Jawa ada kenaikan. Kenaikan di Sumsel ini, akibat kesadaran masyarakat untuk testing," kata Herman Deru, Sabtu (31/7/2021).
Ia menyatakan, saat ini sampel pemeriksaan masyarakat sudah cukup banyak di laboratorium yang ada di Sumsel.
"Ini karena masyarakat sadar untuk testing, sebagai upaya pencegahan dini apalagi bagi mereka yang ada komorbid. Kita berterimakasih dengan masyarakat. Kita harus melihat ini, jangan hanya dari perspektif panik namun juga perspektif masyarakat yang sudah sadar untuk testing. Pemerintah juga kan menganjurkan agar kita memperbanyak testing," ucapnya.
Selain kenaikan kasus positif, di Sumsel juga terlihat ada kenaikan angka kematian dimana saat ini tercatat 2.055 orang meninggal akibat Covid-19, dan beberapa hari lalu dalam satu hari mencapai 70 orang meninggal dunia.
"Yang paling penting adalah angka kesembuhan kita juga bertambah. Angka kematian ini kan diiringi adanya faktor komorbid," ucapnya.
Sebagai upaya penanganan Covid-19, selain memaksimalkan testing, Pemprov Sumsel juga mengutamakan tracing dan treatment.
Baca juga: Hadiri Rapat Evaluasi Keputusan PPKM, Gubernur Herman Deru: Kasus Covid-19 di Sumsel Masih Konstan
Diketahui, Sumsel sendiri terus melakukan terobosan dalam penanganan covid-19. Termasuk juga mengaktifkan beberapa tower di wisma atlet Jakabaring Sport City (JSC) dan asrama haji Palembang sebagai tempat isolasi.
Terbaru, Pemprov Sumsel juga mendirikan pos pengisian oksigen gratis untuk masyarakat Sumsel.
"Stok oksigen kita cukup berlimpah sehingga kita mendirikan pos pengisian oksigen gratis untuk masyarakat. Selain itu, kita juga memberikan bantuan untuk provinsi lain yang kekurangan pasokan oksigen seperti sebelumnya Jawa Barat, Lampung dan menyusul juga Jawa Timur," tegasnya.
Terobosan itu, lanjutnya, sebagai langkah percepatan penanganan covid-19 sehingga ekonomi masyarakat segera pulih.
"Kita harapkan dengan upaya ini, masalah covid-19 ini cepat teratasi dan ekonomi maupun aktivitas masyarakat segera pulih," kata dia.
Pihaknya kini sedang berupaya untuk menambah ketersediaan iso tank di Sumsel.
"Kita sedang bersiap agar iso tank untuk tempat penyimpanan oksigen ditambah, kalau perlu rental," capnya.