Breaking News:

Pemkab Muara Enim Inisiasi Pembangunan Pintu Perlintasan Kereta Api di 6 Titik Dalam Kota

Pemerintah Kabupaten Muara Enim menginisiasi dibangunnya pintu perlintasan kereta api manual di enam titik dalam kota Muara Enim.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/ARDANI ZUHRI
Rapat bersama Pemkab Muara Enim dengan PT KAI dan perusahaan yang bergerak ditambang batubara untuk membangun pintu perlintasan Kereta Api Manual di enam titik dalam kota Muara Enim. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM - Pemerintah Kabupaten Muara Enim menginisiasi dibangunnya pintu perlintasan kereta api manual di enam titik dalam kota Muara Enim.

Langkah inisiasi ini dikerjasamakan dengan PT KAI dan perusahaan yang bergerak di tambang batubara.

Rapat membahas dibangunnya perlintasan KA ini dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Riswandar SH MH, Jumat (23/7/2021).

Hadir saat rapat Plt Kadishub Muara Enim Ir Jerry Gunawan, Manager Bina Lingkungan PTBA Hendri, Perwakilan BTP Kelas II Wilayah Sumbagsel Illiya CS, Perwakilan PT RMK Rendy CS, Perwakilan PT SBP Iskandar Maliki CS, Pewakilan PT PGU David CS, Perwakilan PT BAS Akwam, Project Direktur 12 PT KAI M Zar CS dan Perwakilan PT KAI.

"Kita inisiasi percepatan pembangunan pintu perlintasan manual ini, sebab kalau menunggu dibangun oleh PT KAI tidak tahu kapan akan dibangunnya karena terbentur anggaran," tegas Asisten Perekonomian dan Pembanguan Pemkab Muara Enim H Riswandar SH MH dalam Rapat Membahas terkait Permohonan Pembangunan/Pengadaan Pintu Perlintasan Kereta Api Manual di Kabupaten Muara Enim di Ruang Rapat Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Jumat (23/7/2021).

Menurut Riswandar, Pemkab Muara Enim menginisiasi mengajak seluruh perusahaan yang bergerak dibidang batubara untuk bersama-sama berpartisipasi dalam rangka memberikan rasa kenyamanan kepada masyarakat Kabupaten Muara Enim khususnya dan secara umun warga Sumsel dalam hal melintasi pintu perlintasan Kereta Api dalam kota Muara Enim.

Lanjut Riswandar, sesuai dengan surat Bupati Muara Enim Nomor : 551 6/393/V1/2021 Tanggal 3 Juni 2021 perihal Bantuan Material Pembuatan Pintu Perintasan Sebidang Sementara di dalam Wilayah Kecamatan Muara Enim dan Surat Edaran Direktur Keselamatan Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian Kemenhub RI Nomor : E.383/KS/DJKA/VIII/2017 Tanggal 8 Agustus 2017 Tentang Peningkatan Keselamatan Di Perlintasan Sebidang Antara Jalur Kereta Api Dengan Jalan.Intinya meminta kepada Bupati/Walikota yang wilayah kerjanya di lalui jalur kereta api untuk melakukan Penataan dan Pengelolaan Perlintasan Sebidang.

Di dalam Kota Muara Enim masih ada enam titik lokasi Perlintasan Sebidang Resmi tidak dijaga, yaitu JPL 121 (Pirsus/Rumah Tumbuh), JPL 122A (Pelawaran) JPL 127 (SDN.1/RSUD), JPL.1 (Pelita Sari), JPL 2 (SMUN 1 Muara Enim) dan JPL 3 (JI Sosial Pembangunan). Dua lokasi diantaranya sudah dibangun Pos Jaga dan Pintu Perlintasan yattu JPL. 2 ( SMUN1) dan JPL.127 (SDN.1/RSUD), akan tetapi sampai dengan saat ini belum dapat difungsikan, karena Rusak.

Untuk itu, lanjut Riswandar, atas kekurangan empat titik lokasi yang belum dilengkapi bangunan Pos jaga dan Pintu Perlintasan
PT. Bukit Asam Tbk telah menyatakan siap untuk membantu membangun Pos Jaga dan Pintu Perlintasan tersebut. Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Muara Enim telah menyampaikan Surat Permohonan Izin Pembangunan/ Pengadaan Pintu Perlintasan Manual kepada Dirjen Perkeretaapian Kemenhub RI melalui Surat Bupati Muara Enim Nomor 551.11/865/Dishub/2021 Tanggal 22 Juni 2021 yang masih dalam proses.

Jika terlaksana, akan ada Biaya Operasional bagi Petugas Penjaga Pintu Perlintasan, setara dengan Upah Minimum Kabupaten Muara Enim (UMK) untuk di enam titik Pos Pintu Perintasan yang dibangun dan akan dioperasikan selama 1 x 24 jam, dengan pengaturan petugas jaga tiga Shift per-hari, tiap Shift berjumlah dua orang petugas sehingga total petugas sebanyak 36 orang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved