Breaking News:

Berita Muara Enim

HNU Bolehkan Salat Idul Adha di Zona Oranye, Syaratnya Terapkan Prokes Ketat

Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim, H Nasrun Umar (HNU) memperbolehkan masyarakat di kecamatan yang status zona oranye Covid-19 untuk salat Idul Adha.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/ARDANI ZUHRI
Pj Bupati Muara Enim H Nasrun Umar (HNU) foto bersama usai memimpin Rapat Penanganan Covid-19 di Ruang Rapat Bappeda, Rabu (14/7/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM - Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim, H Nasrun Umar (HNU) memperbolehkan masyarakat yang berada di kecamatan yang status zona oranye Covid-19 untuk menggelar salat Hari Raya Idul Adha.

Syaratnya adalah panitia dan Satgas Covid-19 setempat wajib menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat.

"Pada zona oranye salat Idul Adha dapat dilaksanakan dengan catatan panitia salat Idul Adha dan Satgas Covid-19 setempat harus berkoordinasi satu sama lain dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat," tegas HNU dalam rapat penanganan Covid-19 Kabupaten Muara Enim yang berlangsung di Kantor Bappeda Muara Enim, Rabu (14/7/2021).

Dalam rapat ini turut hadir secara langsung para Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemkab Muara Enim, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Nahdlatul Ulama (NU), Ketua Muhammadiyah, Dewan Masjid Indonesia (DMI) serta para Camat se-Kabupaten Muara Enim dan para Kepala Puskesmas secara virtual. Usai rapat, juga digelar penandatanganan MoU Bersama terkait pelaksanaan Hari Raya Idul Adha & Efektivitas Pembelajaran Tatap Muka di era Covid-19.

Dalam arahannya HNU menekankan dua hal mengenai pelaksanaan hari raya kurban. Pertama, mengintruksikan para Camat untuk dapat melaporkan dan mengidentifikasi warga yang terpapar Covid-19. Kedua, terhadap Satgas Covid-19, diminta pembuatan daftar ceklis isian kondisi jamaah yang akan melaksanakan sholat Idul Adha serta agar bisa selalu mengontrol lonjakan.

"Jika sewaktu-waktu ada yang terpapar Covid-19 khususnya di kecamatan/kelurahan dan desa, saya minta agar laporan tersebut disampaikan melalui Dinas Kesehatan Muara Enim, H-3 sebelum pelaksanaan hari raya kurban," harapnya.

Baca juga: 54 Perkara Dinyatakan Inkracht, Kejari Muara Enim Musnahkan BB Bernilai Miliaran Rupiah

Baca juga: RSUD dr HM Rabain Muara Enim Siapkan 20 Tempat Tidur Tambahan Pasien Covid-19

Demi kelangsungan Salat Idul Adha tersebut HNU meminta Satgas jangan langsung bertindak membubarkan jika menemukan pelanggaran dilapangan.

Kalau ada pelanggaran jangan langsung dibubarkan, tetapi harus di siapkan ceklis dan absensi mencatat semua orang yang melaksanakan kegiatan salat Idul Adha tersebut baik itu Panitia ( Imam, dan lain-lain) serta para jamaah sekalian guna mempermudah jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mengenai Covid-19 ini.

Oleh karenanya, meminta setiap Kecamatan harus menugaskan Desa dan Kelurahanya untuk dapat mengidentifikasi mana yang dapat di yakini zonanya aman untuk melaksanakan ibadah Sholat Idul Adha.
"H-3 saya mau lihat semua laporannya," pungkasnya.

Lebih lanjut terhadap pembelajaran di era pandemi ini, HNU menekankan untuk tetap melaksanakan proses belajar mengajar secara daring di dua kecamatan berzona merah dan oranye. Sedangkan untuk zona Kuning dan hijau diperbolehkan untuk melaksanakan proses belajar mengajar dengan diterapkannya interval waktu 1 jam setiap sesion jam pembelajaran diberlakukan untuk sekolah negeri dan swasta tingkat Paud, SD/ MI, SMP/ MTS di Kabupaten Muara Enim.

"Saya mengharapkan agar pelaksanaan ini dapat dilaksanakan dengan sebenar-benarnya demi menekan angka Covid-19 serta sinergitas sesama instansi pemerintah untuk dapat membawa Kabupaten Muara Enim kembali ke zona Hijau," jelasnya.(sp/ari)

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved