Breaking News:

Kapolres, Dandim dan Walikota Lubuklinggau Ikuti Rapat Anev PPKM Mikro Diperketat

Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe didampingi Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono, Dandim 0406 Lubuklinggau Letkol Inf Erwinsyah

Editor: Prawira Maulana
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMCEL.COM
Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe didampingi Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono, Dandim 0406 Lubuklinggau Letkol Inf Erwinsyah Taufan MLM, Sekda Kota Lubuklinggau HA Rahman Sani dan sejumlah Kepala OPD dilingkungan Pemkot Lubuklinggau mengikuti rapat analisis dan evaluasi (Anev) PPKM Mikro diperketat via zoom meeting di Command Center (CC) Mapolres Lubuklinggau, Senin (12/7). 

LUBUKLINGGAU - Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe didampingi Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono, Dandim 0406 Lubuklinggau Letkol Inf Erwinsyah Taufan MLM, Sekda Kota Lubuklinggau HA Rahman Sani dan sejumlah Kepala OPD dilingkungan Pemkot Lubuklinggau mengikuti rapat analisis dan evaluasi (Anev) PPKM Mikro diperketat via zoom meeting di Command Center (CC) Mapolres Lubuklinggau, Senin (12/7). 

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri S dalam kesempatan itu mengatakan Provinsi Sumsel khususnya Kota Palembang dan Kota Lubuklinggau masuk dalam penyekatan PPKM Mikro yang diperketat.  Walaupun demikian, dirinya memastikan tak ada penutupan tempat ibadah, tetapi hanya mengetatkan protokol kesehatan (Prokes).

Kapolda mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kinerja semua pihak dalam penanganan Covid-19 dengan niat tulus ikhlas. 

Indonesia saat ini sambungnya sedang genting dimana kondisi harian Covid-19 berada di peringkat kedua menyalip India, dengan keterisian BOR nasional sudah mencapai 75 persen. Sementara mengenai ketersediaan obat, vaksin dan oksigen, stok oksigen di BBRP daerah mengalami kelangkaan.

Kondisi Covid-19 di Provinsi Sumsel saat ini mencapai 79 persen dengan rincian total TT ICU 141 terisi 103 (73%), total TT isolasi 2112 terisi 1666 (79%), TT COVID- 19 2253 terisi 1769 (79%).

Dia juga menyampaikan kasus terkonfirmasi Covid-19 periode 6-10 Juli 2021, Sumsel masuk lima wilayah yang masih tinggi dengan rata-rata perhari sebanyak 335 kasus. 

Data kematian pasien Covid-19 Provinsi Sumsel per 11 Juli 2021 5,01 persen, sedangkan nasional 2,7 persen. Sumsel berada di nomor 8 tertinggi, terendah Kota Lubuklinggau 3,01 persen, Kabupaten Mura 4,12 persen, Kota Palembang 4,20 persen dan tertinggi Kabupaten OKI 12,97 persen, Kabupaten OKU Selatan 11,79 persen serta Kabupaten OKU 10,63 persen.

Data BOR Provinsi Sumsel, per 11 Juli 2021 Kota Lubuklinggau 92 persen, Kota Palembang 90 persen, Kota Prabumulih 79 persen, Kabupaten Pali 30 persen, Kabupaten Empat Lawang 37 persen, Kabupaten OKU 45 persen. 

Menurut Kapolda, edukasi protokol kesehatan tidak hanya melibatkan aparat tetapi juga tokoh agama dan tokoh-tokoh tertentu yang dapat mengedukasi Prokes.  “Perlu ada kolaborasi dengan stakeholder maupun seluruh komponen dan lakukan cara yang tidak biasa,” ujarnya.

Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengatakan Kota Lubuklinggau menjadi tumpuan dari daerah tetangga.
Berkaitan dengan retribusi vaksin tidak ada kendala dimana vaksin sudah dihabiskan. Bahkan Kota Lubuklinggau masih menunggu pengiriman vaksin lagi dari pusat . Walaupun diakui ada sedikit kendala berkaitan dengan anggaran tempat isolasi, namun semuanya bisa diatasi. 

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono menyampaikan  untuk wilayah Lubuklinggau terkonfirmasi 1772 orang, sembuh 1567 orang (88,44 persen) dan meninggal 57 orang.

Sedangkan mengenai PPKM Mikro sudah dilakukan dari 1 Juli 2021 diawali dengan penyemprotan, himbauan 5 M, pembagian masker kesehatan termasuk bantuan dari Kapolda, operasi Yustisi, pemberlakuan mulai jam malam 17:00 WIB, penertiban rumah makan, penertiban kegiatan resepsi, giat serbuan vaksin, pendirian empat  pos penyekatan yakni Pos Simpang Watas, Pos Simpang RCA, Pos Simpang Lapter, Pos Simpang Masjid Agung serta cukupnya  ketersediaan oksigen.

Ada empat rumah sakit rujukan COVID-19 serta  dukungan Pemkot Lubuklinggau dengan menyediakan rumah sehat di Bandiklat 126 tempat tidur, Eks Kompi 72 tempat tidur dan Hotel Hakmaz Taba 39 kamar. (*)

 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved