Berita PALI

Harga Masih Stabil, Warga PALI Beli Tabung Oksigen Untuk Kerabat di Jakarta

Persediaan tabung oksigen wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat ini terbilang masih stabil. 

SRIPOKU/REIGAN
Toko yang menjual Tabung Oksigen di wilayah Talang Miring Kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI -- Persediaan tabung oksigen wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat ini terbilang masih stabil. 

Bahkan, salah seorang warga di Bumi Serepat Serasan rela membeli tabung berisi oksigen untuk diberikan ke keluarga di daerah Jakarta.

"Kami beli oksigen untuk keluarga yang ada di Jakarta. Karena disana sudah sulit di didapat. Jadi, meskipun harganya mahal, tetap dicari dibeli," ungkap Eci warga Talang Ubi Kabupaten PALI, Selasa (6/7/2021).

Dijelaskan Eci, dirinya rela membeli tabung oksigen beserta isinya dengan harga yang tidak terlalu tinggi. 

"Alhamdulillah. Tadi harganya masih stabil. Jadi, bisa beli satu tabung untuk keluarga membutuhkan," kayanya.

Sementara, Penjual Tabung Oksigen di wilayah Talang Miring Kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi, Riza berkata bahwa saat ini pihaknya membatasi jumlah pemesanan tabung oksigen dari perusahaan. 

Sistem disini pihaknya menerima jaminan bagi yang tidak memiliki tabung. 

Sementara bagi yang memiliki tabung kosong, bisa diisi ditukar dengan tabung yang penuh oksigen. 

"Untuk tabung ukuran besar itu jaminan uang Rp 1 juta 500 ribu. Untuk tabung kecil Rp 800 ribu beserta isi," ungkapnya.

"Kami tidak menyediakan isi ulang tabung. Hanya ditukar dengan tabung yang berisi oksigen," tambahnya.

Baca juga: Simpan Sabu di Lengan Kiri, Kurir Narkoba PALI- Muara Enim Ditangkap di Simpang Belimbing

Menurutnya, pasokan tabung oksigen sementara ini masih terbilang stabil tidak ada kenaikan permintaan signifikan. 

Hanya saja, pihaknya menolak dengan permintaan tabung oksigen yang banyak.

"Ada perusahaan yang minta tabung oksigen ukuran besar jumlah banyak. Namun kami tidak bisa karena saat ini sedang banyak keperluan. Jadi, jumlahnya dibatasi," katanya. (SP/REIGAN)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved