Berita Palembang

BNPB Promosikan Produk UMKM BinaanTerdampak Covid-19 di Sriwijaya Expo 2021

BNPB mengikuti Pameran Sriwijaya Expo 2021 untuk mempromosikan produk UMKM binaan yang terdampak Pandemi Covid-19.

Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/MELISA WULANDARI
Plt Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan SDA BNPB Makbul menginformasikan BNPB mengikuti Sriwijaya Expo 2021 sebagai bentuk dukungan dan promosi produk UMKM binaan terdampak Pandemi Covid-19. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengikuti Pameran Sriwijaya Expo yang dilaksanakan di Dining Hall Jakabaring Sport City Palembang, Palembang, Jumat hingga Senin (2-5/7/2021).

Keikutsertaan BNPB ini merupakan bentuk promosi dan dukungan pemasaran (duksar) dan pendampingan pada kelompok UMKM yang terdampak bencana termasuk bencana pandemi Covid-19.

Kegiatan duksar oleh BNPB ini dimaksudkan mempublikasikan hasil kegiatan pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana serta untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat terdampak bencana.

Deputi Rehabilitasi Rekontruksi BNPB Jarwansa diwakili Plt Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan SDA BNPB Makbul mengatakan kepada awak media keikutsertaan BNPB dalam Pameran Sriwijaya Expo kali ini adalah yang kedua kalinya.

“Melalui kegiatan pameran ini, UMKM hasil pemulihan ekonomi BNPB di daerah pascabencana diharapkan akan semakin terbuka akses pangsa pasar sehingga pendapatan masyarakat meningkat dan perekonomian menjadi semakin pulih,” ujar Makbul, Sabtu (3/7/2021).

Produk-produk yang dipamerkan berasal dari UMKM hasil pemulihan ekonomi kelompok masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah di Indonesia, antara lain bawang biasa, bawang nunggal dan selai strawberry, gula semut, gula aren, mete,kopi Abang (Lombok, NTB), stepung “mocaf sumo” (Sumedang, Jawa Barat).

Minyak kelapa, tenun subi (Sulteng), kopi lajukela (Riau), kopi Cimbang (Sinabung, Karo, Sumatera Utara),Pisang Muli Krakatau, Rengginang Seafood Goreng, Rengginang Seafood Mentah (Desa Wisata Kunjir Lampung Selatan), Kopi Baratas (Banjarnegara, Jawa Tengah), pakaian batik (Sukoharjo Jawa Tengah).

Selain itu ada juga produk jahe instan, kopi robusta tunggaksemi, keripik pelepah pisang, olahan jamur, serta beberapa produk kerajinan lainnya.

Pihaknya juga sudah bekerjasama dengan 7 Universitas Negeri dan World Bank. Indonesia adalah salah satu dari 35 negara di dunia dengan tingkat ancaman bencana tinggi.

Kerusakan dan kerugian yang diakibatkan oleh bencana meliputi sektor perumahan, infrastruktur, sosial, ekonomi dan lintas sektor.

Untuk pemulihan sosial ekonomi dan SDA, BNPB juga telah melakukan kerjasama dengan tujuh universitas negeri setempat, Ketujuh universitas adalah Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Tadulako Palu, Universitas Mataram, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Institut Pertanian Bogor, Universitas Lampung, Universitas Jenderal Sudirman dan Universitas Bengkulu.

"Pendampingan Ekonomi BNPB melalui BESEK (Bantuan Ekonomi Sesuai Kebutuhan) diharapkan dapat menciptakan nilai tambah demi kesejahteraan masyarakat terdampak bencana" tutupnya. 

Baca juga: Update Realisasi Vaksin Covid-19 di Muratara Lebih 50 Persen, Meningkat Berkat Vaksinasi Massal

Ikuti Kami di Google Klik

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved