Berita Ogan Ilir
Wakapolres OI Kompol Hardiman Pimpin Pembangunan Rumah Pasutri di Pemulutan Tinggal dengan Ayam
Pembangunan rumah pasutri Sulaiman dan Nuryati dari tak layak huni menjadi layak huni ini dipimpin Wakapolres Ogan Ilir, Kompol Hardiman.
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Setelah menyiapkan konstruksi rumah layak huni bagi pasangan suami istri (pasutri) Sulaisman dan Nuryati di Pemulutan yang tinggal di gubuk reot, Polres Ogan Ilir dibantu TNI, melaksanakan pembangunan rumah bagi pasangan Sulaiman dan Nuryati tersebut.
Pembangunan rumah pasutri Sulaiman dan Nuryati dari tak layak huni menjadi layak huni ini dipimpin Wakapolres Ogan Ilir, Kompol Hardiman didampingi Kasat Samapta, AKP Mujamik Harun dan Kapolsek Pemulutan, Iptu Iklil Alanuari.
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantiyo Sandhy mengatakan, pihaknya sejak beberapa hari lalu mendengar kabar kepiluan pasutri tersebut.
"Makanya hari ini, kami langsung bergerak memberi bantuan berupa rumah yang cukup layak bagi Pak Sulaiman dan Bu Nuryati," kata Yusantiyo kepada wartawan, Jumat (18/6/2021).
Menurut Yusantiyo, pada momen ulang tahun Bhayangkara ke-75 ini dijadikan kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat.
Adapun bantuan rumah yang diberikan bukan asal jadi dan serampangan.
Polres Ogan Ilir memesan satu unit rumah kayu bongkar pasang asal Tanjung Batu yang kualitasnya diakui nasional dan internasional.
"Material bangunannya kami kirim ke alamat Pak Sulaiman dan Bu Nuryati di Dusun 1 Desa Teluk Kecapi, Kecamatan Pemulutan. Langsung pasang dan siap ditempati," kata Yusantiyo.
Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban pasutri yang viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Sementara Sulaiman selaku penerima bantuan, tak kuasa menahan air mata.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Polres Ogan Ilir dan Polri pada umumnya.
"Terima kasih Pak Kapolres. Semoga polisi-polisi sehat selalu dan dilancarkan rezekinya," kata Sulaiman sambil berlinang air mata.
Sebelumnya diberitakan, karena memiliki tempat tinggal layak, Sulaiman dan Nuryati terpaksa tinggal di rumah tak layak huni.
Sulaiman dan Nuryati merupakan pasangan suami istri (pasutri) warga RT 02 Dusun I Desa Teluk Kecapi, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.
Keduanya merupakan warga miskin yang terpaksa tinggal di rumah tak permanen yang dinding dan atapnya terbuat dari daun nipah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/pembangunan-rumah-pasutri-sulaiman-nuryati-di-pemulutan-jumat-1862021.jpg)