Bus ALS Kecelakaan di Muratara

Selamat dari Maut, Cerita Kernet Bus ALS Melompat dari Jendela saat Tabrakan dengan Truk Tangki

Fadli mengalami luka ringan di bagian betis pada kedua kakinya dan luka di bagian lengan tangan sebelah kiri.

Tayang:
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Weni Wahyuny
Sripoku.com/Eko Mustiawan
SELAMAT DARI MAUT - Muhamad Fadli (29), merupakan kernet Bus ALS salah satu korban selamat dalam insiden kecelakaan maut di Muratara. Ia bercerita melompat dari jendela untuk menyelamatkan diri. 

Ringkasan Berita:
  • Muhamad Fadli (29), kernet Bus ALS merupakan warga Sibolga, Sumatra Utara.
  • Fadli selamat setelah melompat dari kaca yang pecah bagian depan.
  • Fadli menyebut tabrakan bus terjadi di bagian tengah.

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Muhamad Fadli (29), warga Sibolga, Sumatra Utara, merupakan salah satu dari 4 korban selamat dalam insiden kecelakaan maut di Jalinsum di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan (Sumsel), Rabu (6/5/2026).

Muhamad Fadli merupakan kernet dari Bus ALS.

Fadli mengalami luka ringan di bagian betis pada kedua kakinya dan luka di bagian lengan tangan sebelah kiri.

Kepada Sripoku.com, Fadli mengatakan kecelakaan bermula saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Provinsi Jambi.

Sedangkan truk tangki melaju dari arah Jambi menuju Lubuklinggau.

Namun, saat tiba di lokasi, bus yang dikendarai rekannya itu mencoba menghindari lubang.

Namun, dari arah berlawanan datang truk tangki dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya bus miliknya tidak bisa mengelak dan terjadilah kecelakaan.

"Mobil itu tabrakan," kata M. Fadli saat diwawancarai Sripoku.com, Kamis (7/5/2026).

Pada saat tabrakan, kaca bagian depan pecah.

Saat itulah, dia berinisiatif untuk melompat dan menyelamatkan diri.

"Tabrakan itu di bagian tengah, jadi saya tidak terjepit. Kemudian saya lompat dari bagian kaca depan, karena pintu tidak bisa dibuka lagi," ucapnya.

Baca juga: Penumpang Sempat Punya Firasat Buruk, Bus ALS Disebut Alami Gangguan Mesin hingga Radiator Panas

Usai bertabrakan tersebut, api langsung keluar dari bagian depan dan asap hitam mengepul ke dalam bus.

Pada saat kejadian, para penumpang mayoritas dalam kondisi tidur dan sebagian kecil main HP.

"Habis tabrakan itu api langsung besar. Saya lompat keluar dan lari ke bagian belakang. Kemudian juga diikuti oleh 3 orang lainnya. Itulah mereka berhasil selamat," ucapnya.

Sedangkan untuk para penumpang lainnya terjebak dan tidak bisa keluar, hingga akhirnya tewas terbakar dalam insiden tersebut.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved