Breaking News:

Berita Palembang

Langgar Jam Operasional, Kafe NL di Palembang Ditutup Paksa, Manager hingga Kasir Diperiksa Polisi

Sudah Tiga Kali Diperingatkan karena melanggar Jam Operasional, Kafe NL yang berada di Kota Palembang ditutup Paksa, Pengelola diperiksa Polisi.

Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Yohanes Tri Nugroho

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tiga kali diperingatkan, sudah diberi kartu merah akibat melanggar protokol kesehatan dan tidak menaati perwali terkait jam buka kafe, sebuah kafe di Palembang yakni kafe NL dipaksa tutup oleh petugas.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Pidana Khusus (Pidsus) AKP Iwan Gunawan mengatakan penutupan paksa kafe NL ini berawal dari razia rutin yang dilakukan petugas terkait jam malam kafe.

“Saat anggota kami melakukan razia gabungan penertiban kafe pada Sabtu (12/6/2021)  malam menemukan kafe NL yang masih beroperasi diluar batas jam yang telah ditentukan dalam perwali Palembang,” kata Tri, Senin (14/6/2021).

Baca juga: Hujan Lokal Hari Ini di Palembang Faktor Semai Garam Hujan Buatan

Tri mengatakan Kafe NL ini dengan berani masih beroperasi diatas pukul 21.00 dan otomatis melanggar perwali yang mana seharusnya pukul 21.00 kafe atau tempat makan lainnya yang mengundang keramaian harus tutup pukul 21.00 WIB.

“Saat anggota kami melakukan razia, di sana sangat ramai, dan kami lakukan penertiban bahkan sudah tiga kali kami beri peringatan namun kafe ini masih nekat buka sampai malam,” jelas Tri saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (14/6/2021).

Tri menuturkan pemilik atau pengelola kafe telah dipanggil lantaran telah dengan berani buka kafe hingga larut malam. 

“Akan kami kenakan UU yang tepat. Serta segera diproses secara pidana selanjutnya akan dimajukan perkara tersebut,” katanya.

Untuk pengelola atau pemilik kafe sudah berkali kali diberikan peringatan baik dari kartu kuning hingga kartu merah tetapi tetap tidak mengindahkan peringatan dengan berbagai alasan. 

"Lantaran hal tersebut akan kami tindak tegas dengan mengambil jalur hukum, untuk sementara kafe ditutup dan tidak dipasang garis police line," ungkapnya.

Baca juga: KAPHA Yoga Indonesia Yoga School Palembang Mengadakan Senam Bersama di Kota Kayuagung OKI

Tri menuturkan untuk saat ini penyidik Pidsus sudah memeriksa manager harian atau pengelola harian, barista, pelayan dan kasir. 

"Nantinya kami akan gelar perkara dulu, dan akan terapkan Pasal 212, 214, 216, 218, juga akan menerapkan UU Karantina. Ancaman dibawah 2 tahun kurungan dan denda uang," ujarnya.

Tri berharap Kota Palembang kedepannya lebih tertib lagi, dan dimasa covid 19 saat ini masyarakat tetap harus mematuhi aturan dan Prokes.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved