Kapolsek Pemulutan Polres OI Beri Bantuan pada Pasutri Tinggal di Pondokan dengan Ayam Ternak
Kalau hujan, saya dan istri kebasahan karena air netes semua. Bukan lagi bocor, tapi benar-benar air jatuh ke kami.
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Kabar sepasang suami istri di Pemulutan, Ogan Ilir, yang tinggal di tempat tak layak, membuat sejumlah pihak tergerak untuk memberikan bantuan.
Seperti yang dilakukan Polsek Pemulutan, Polres Ogan Ilir yang memberikan bantuan kepada pasutri bernama Sulaiman dan Nuryati itu.
"Kami datang ke tempat Bapak Sulaiman dan Ibu Nuryati untuk menyambung tali silaturahim dan memberikan sedikit bantuan," kata Kapolsek Pemulutan Polres Ogan Ilir Iptu Iklil Alanuari saat mengunjungi kediaman pasutri di RT 02, Dusun I Desa Teluk Kecapi, Kecamatan Pemulutan, Senin (14/6/2021).
Kedatangan Kapolsek Pemulutan beserta jajaran ini setelah membaca berita di media massa mengenai kehidupan Sulaiman dan Nuryati.
"Saya baca di media massa mengenai Bapak Sulaiman dan Ibu Nurhayati. Sehingga kami menyampaikan bantuan dari Polres Ogan Ilir kepada warga Pemulutan ini," terang Iklil.
Adapun bantuan yang diberikan berupa sembako untuk kebutuhan pangan pasutri yang sudah tujuh tahun menempati rumah tak permanen tersebut.
"Semoga bantuan ini bermanfaat dan Bapak Sulaiman beserta ibu Nuryati tetap diberikan ketabahan atas cobaan ini. Insha Allah kami akan tetap membantu," kata Iklil.
Sebelumnya diberitakan, karena tak memiliki tempat tinggal layak, Sulaiman dan Nuryati terpaksa tinggal di rumah tak layak huni.
Sulaiman (65 tahun) dan Nuryati (60 tahun) merupakan pasangan suami istri (pasutri) warga RT 02 Dusun I Desa Teluk Kecapi, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.
Keduanya merupakan warga miskin yang terpaksa tinggal di rumah tak permanen yang dinding dan atapnya terbuat dari daun nipah.
Sulaiman dan Nuryati sudah tujuh tahun tinggal di rumah yang berlokasi di dekat sawah lebak tersebut.
"Kami tinggal di rumah ini sejak menikah tujuh tahun lalu," kata Sulaiman ditemui di kediamannya, Minggu (13/6/2021).
Pasutri ini mempersilakan wartawan masuk ke dalam rumah panggung seluas tak lebih dari 12 meter persegi ini.
Begitu masuk, bau tak sedap tercium dari beberapa karung berisi ayam yang digantung di dalam rumah.
"Kami tinggal sama ayam," kata Sulaiman.