Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Harga Cabai di Lubuklinggau Terjun Bebas, Petani: Tak Sebanding Upah dan Biaya Produksi

Harga Cabai yang anjlok membuat petani di Lubuklinggau menjerit. Harga Jual Cabai tak sebanding dengan upah dan biaya produksi.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Salah satu pekerja Aji, ketika sedang melakukan penyemprotan cabai merah keriting di kebun miliknya di Desa A Widodo, Kecamatan Tugu Mulyo, Kabupaten Mura. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Saat ini para petani cabai keriting merah di Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan Kota Lubuklinggau Sumsel tengah menjerit, saat ini harga cabai ditingkat petani terjun bebas.

Sudah seminggu terakhir para petani di wilayah ini uring-uringan, karena harga cabai yang semula Rp 25 ribu per kilogram ditingkat petani kini terjun bebas menjadi Rp 13 ribu per kilogram.

Akibatnya, banyak petani mulai merugi, karena hasil jual mulai tak sebanding dengan jumlah modal yang dikeluarkan untuk upah buruh dan biaya pemeliharaan.

Aji salah satu petani di Desa A Widodo, Kecamatan Tugu Mulyo, Kabupaten Mura mengaku anjloknya harga cabai ditingkat petani saat ini karena panen mulai serentak.

"Sekarang panennya serentak hampir semua petani cabai sekarang panen, jadi harga anjlok total ditingkat petani," kata Aji pada wartawan, Minggu (13/6/2021).

Baca juga: Modus Pencurian Motor di Parkiran RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau, Pelaku Pura-pura Hilang Karcis

Diperparah selain banyak petani panen serentak, saat ini cabai dari luar seperti wilayah Curup Bengkulu hingga Lampung mulai membanjiri pasaran di Kota Lubuklinggau.

"Jadi para tengkulak ini tinggal pilih mau beli cabai yang mana, itulah harga ditingkat petani sangat anjlok," ungkapnya.

Turunnya harga cabai ini diakui Aji sangat dirasakan dampaknya oleh petani karena hasil penjualan tidak sebanding dengan biaya produksi tanaman, yang mencapai Rp.5 -6 juta  per hektarnya.

"Itulah kita bingung pak, gak diambil kita tambah rugi, diambil hanya cukup untuk bayar pekerja, ditambah cuaca sekarang musim hujan banyak cabai busuk," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved