Breaking News:

Penanganan Corona

Target 185 Ribu, Nyatanya Baru 13 Ribu Warga di Lubuklinggau Suntik Vaksin Covid-19, Ini Kendalanya

Vaksin akan cepat terlaksana apabila sekali datang vaksin mencapai 10 ribu dosis, secara otomatis pelaksanaannya akan cepat.

TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Lubuklinggau Cikwi mengungkapkan beberapa kendala sehingga target vaksinasi di Lubuklinggau belum tercapai. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Satgas Covid-19 Kota Lubuklinggau Sumsel mencatat baru 13 ribu warga di Kota Lubuklinggau mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Jumlah tersebut masih jauh dari target yang diharapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau yakni sebanyak 185 ribu warga Kota Lubuklinggau di vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau Cikwi mengatakan, total dosis vaksin yang sudah disuntikkan hingga saat ini mencapai 24 ribu dosis, namun dari jumlah dosis itu ada yang sudah dosis kedua dan ada yang baru pertama.

Menurutnya, lambannya proses vaksinasi di Kota Lubuklinggau saat ini karena terkendala datangnya vaksin yang tidak banyak, terakhir vaksin masuk sebanyak 280 vial, sementara ada program baru satu hari harus 1 juta vaksinasi se Indonesia.

"Catatannya untuk masalah personel in sya Allah kita sudah siap dan cukup. Kemudian fasilitas kesehatan juga demikian hanya saja persoalan utamanya adalah kedatangan vaksin atau fasilitas vaksinnya yang memang kurang," ujarnya.

Cikwi pun mencontohkan vaksin akan cepat terlaksana apabila sekali datang vaksin mencapai 10 ribu dosis, secara otomatis pelaksanaannya akan cepat, kemudian kadang ditambah pada pelaksanaan di lapangan terbentur pada SOP lansia.

"Memang diakui untuk yang meninggal memang banyak lansia, tapi banyak terkena itu usia produktif. Analisanya kemungkinan yang banyak menularkan selama ini adalah usia produktif kepada lansia," ungkapnya.

Baca juga: Asyik Nongkrong di Kafe, Pria Muda di Lubuklinggau Hilang Motor di Parkiran, Dicuri Teman Sendiri

Baca juga: Pencegahan Karhutla di Sumsel, Warga Bisa Lapor Lewat Aplikasi Songket, Unduh di Playstore

Selanjutnya, bila ingin cepat harus ada kegiatan yang dibuat masal, tapi selama pandemi ini kegiatan masal tidak bisa, karena menimbulkan kerumunan, kerumunan itu secara tegas dilarang.

"Lalu seluruh OPD harus banyak terlibat, bukan hanya mengandalkan Dinkes, TNI, dan Polri, semua harus terlibat baik lurah sampai pada tingkat RT harus bekerjasama bahu membahu," ujarnya.

Ia mengungkapkan selama ini pihaknya belum bisa menentukan berapa jatah untuk Lubuklinggau karena terkendala
vaksin yang datang tidak pernah dalam jumlah banyak.

Ia pun bersyukur di tengah vaksin yang belum merata pergerakan Covid-19 di Kota Lubuklinggau sejauh ini masih landai dan Lubuklinggau berada di zona oranye dalam artian kasus di Lubuklinggau tidak mengalami lonjakan signifikan.

"Kemarin kita vidcon lintas sektoral disepakati vaksin harus disegerakan, lalu razia, himbauan tetap, dan mohon kerjasama semua pihak untuk pencegahan," tambahnya. 

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved